Selamatkan Generasi Muslim, Pendidikan Islam Harus Dijauhkan dari Materialisme

453
Pelajar Islam
Siswa membaca Surat Yasin dan dilanjutkan berdoa bersama.

Jakarta, Muslim Obsession – Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Bogor, KH M. Luqmanul Hakim, meminta Kementerian Agama (Kemenag) menjauhkan Pendidikan Islam dari konten berbau materialisme.

“Materialisme sangat berbahaya karena semua hal perbuatan diukur dengan materi. Dampaknya, materialisme menjauhkan manusia dari Tuhan,” ujar Kiai Luqmanul Hakim saat memberikan taushiyah di hadapan jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu, penulis buku Psikologi Sufi ini juga mengingatkan pentingnya membentuk generasi muda muslim untuk menjadi umat terbaik (khoiru ummah). Sebuah generasi yang menurutnya hanya bisa terbentuk jika proses pendidikan dijauhkan dari materialisme.

Lebih lanjut KH Luqman menyampaikan, untuk menjauhkan gaya hidup materialisme, anak-anak harus diajari tentang makna pendidikan dan kerja keras.

“Pendidikan harus dilakukan dengan kerja keras karena pendidikan enak adalah racun. Anak-anak menjadi sangat manja, mudah frustasi, dan berakhir bisa putus dari Allah,” tegasnya.

Ia pun mengajak jajaran Ditjen Pendis untuk senantiasa berdoa agar diberikan ketenangan hati, dan agar diberikan tetap iman menghadapinya.

“Orang yang diberi ketenangan hati oleh Allah, dia tidak pernah tersinggung, dan selalu menghadapi masalah dengan mudah. Sementara doa tetap iman agar di akhir hayat kita mampu menyebut Allah,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here