Sejak 2021 Israel Tahan 230 Anak Palestina, 85 Persen jadi Sasaran Kekerasan Fisik

57
Anak-anak Palestina (Foto: Istimewa)

Muslim Obsession – Penahanan kekerasan Israel terhadap anak-anak Palestina berlanjut pada 2021 ketika pihak berwenang telah menangkap 230 anak sejak awal tahun, menurut sebuah laporan oleh Masyarakat Tahanan Palestina (PPS).

Laporan tersebut datang hanya sehari sebelum Hari Anak Palestina, yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 5 April dengan kegiatan budaya, pendidikan, dan media yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan penderitaan anak-anak Palestina, yang tidak memiliki hak paling dasar akibat pendudukan Israel, menurut kantor berita resmi Palestina WAFA.

Penangkapan terkonsentrasi di kota Yerusalem yang diduduki, kata PPS, yang memantau kondisi tahanan di penjara Israel. Kelompok hak asasi mengatakan bahwa para tahanan sering dibebaskan dengan jaminan atau dengan memindahkan mereka ke tahanan rumah, tanpa menyebutkan jumlah mereka yang dibebaskan.

“Anak-anak yang dipenjara menjadi sasaran berbagai bentuk pelecehan, termasuk tidak diberi makan atau minum selama berjam-jam, pelecehan verbal dan ditahan dalam kondisi yang keras,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintahan Biden Akan Kucurkan 125 Juta Dolar untuk Bantu Palestina

Cabang Pertahanan untuk Anak Internasional (DCI) Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 85% dari anak-anak yang ditangkap tahun lalu menjadi sasaran kekerasan fisik.

Organisasi tersebut ialah sebuah gerakan global yang mempromosikan hak-hak anak, juga mencatat bahwa mereka telah mendokumentasikan 27 kasus di mana pasukan pendudukan menahan anak-anak di sel isolasi dengan alasan tujuan penyelidikan selama dua hari atau lebih pada tahun 2020, menambahkan bahwa praktik tersebut sama dengan penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat.

Gerakan global tersebut mengatakan mereka mendokumentasikan penerbitan perintah penahanan administratif tanpa dakwaan atau pengadilan terhadap 36 anak sejak Oktober 2015, dua di antaranya masih dalam penahanan, menambahkan bahwa pendudukan tersebut menewaskan sembilan anak di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada tahun 2020.

Diperkirakan 4.400 warga Palestina diyakini ditahan di penjara Israel, termasuk 39 wanita dan 350 tahanan administratif, menurut data resmi Palestina.

Penahanan administratif memungkinkan otoritas Israel untuk memperpanjang penahanan seorang narapidana tanpa dakwaan setelah berakhirnya hukuman, yang berkisar antara dua hingga enam bulan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here