Sedekah Atas Nama Orang yang Telah Meninggal, Apakah Pahalanya Sampai kepada Orang Tersebut?

292

Jakarta, Muslim Obsession – Biasanya seorang anak yang sangat mencintai orangtuanya suka melakukan sedekah atas bapak atau ibunya yang telah meninggal dengan harapan pahalanya mengalir kepada mereka.

Lalu apakah benar sedekah yang diberikan atas nama orang yang telah meninggal dunia, apakah pahalanya sampai kepada orang yang meninggal tersebut?

Katib Syuriah PWNU Lampung, KH. Ihya Ulumuddin mengatakan, kematian merupakan tahapan yang harus dilalui oleh seorang mukmin untuk bertemu dengan Allah SWT yang telah menjanjikan bermacam-macam hadiah serta berbagai kenikmatan yang kekal dalam keabadian.

Ketika maut menjemput, babak baru kehidupan pun di mulai. Alam dunia hanya tinggal kenangan semata, rangkaian peristiwa yang selama hidup terukir saat itu pula berakhir. Interaksi sesama manusia yang selama ini terjadi harus berhenti. Saat itulah alam barzah atau alam kubur siap memainkan perannya.

Semua amal perbuatan manusia telah terputus jalinan maupun jaringannya dengan kehidupan alam dunia, kecuali tiga hal sebagaimana yang telah dinyatakan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: ” إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: dari Abi Hurairah ra, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: “Apabila seorang manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali tiga hal; sedekah jariyah, illmu yang bermanfaat, anak shalih yang mendo’akannya.”

Berdasarkan hadist di atas, para ulama ahlussunnah wa aljamaah berpandangan bahwa pahala dari sedekah, infak, bacaan Al-Quran, dzikir, serta amal-amal saleh lain yang disampaikan oleh orang yang masih hidup dan ditujukan untuk saudara sesama muslim yang telah meninggal, pahalanya akan sampai kepada saudara yang telah meninggal tersebut.

Seperti dilansir dari website NU Lampung, untuk lebih menguatkan pandangan para ulama ini, terdapat satu hadist yang mengatakan bahwa pahala amal kebaikan yang dihaturkan untuk orang yang telah meninggal akan bermanfaat baginya (sampai kepadanya). Hadist berikut ini diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahihnya berdasarkan riwayat Ibnu Abbas,

عن ابْن عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهُوَ غَائِبٌ عَنْهَا، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا، أَيَنْفَعُهَا شَيْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا؟ قَالَ: «نَعَمْ»، قَالَ: فَإِنِّي أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِيَ المِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

Artinya: dari Ibnu Abbas ra: bahwasannya ibu Sa’d bin Ubadah ra meninggal dunia, sementara saat itu, ia (Sa’d) tidak berada disisinya. Kemudian Sa’d bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia sementara aku tidak mengikuti prosesi pengurusan jenazah (tidak hadir di tempat), apabila aku bersedekah untuknya, apakah hal itu berguna baginya? Rasulullah menjawab: iya. Lalu Sa’d berkata: sesungguhnya aku mempersaksikan kepadamu wahai Rasulullah bahwasannya kebunku yang sedang berbuah kusedekahkan kepadanya (ibuku).

Sedangkan bagi orang yang membacanya akan mendapatkan kebaikan (pahala) dari apa yang ia baca atau dari kebaikan yang dilakukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here