Ribuan Warga Bangladesh Suarakan Protes Penerbitan Kartun Nabi Muhammad

121

Dhaka, Muslim Obsession – Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan majalah kartun Nabi Muhammad Saw menuai protes dari seluruh umat Islam dunia. Tak terkecuali Bangladesh. Ribuan warga Muslim Bangladesh menyuarakan protes keras atas pernyataan kontroversi Macron.

Setidaknya 10.00 umat Islam Bangladesh berkumpul di Kota Dhaka, Selasa (27/10). Para demonstran berasal dari kelompok konservatif Islam, mereka membawa banner juga plakat bertuliskan “Seluruh Muslim Sedunia Bersatu” dan “Boikot Perancis”.

Demonstrasi itu, menurut laporan Associated Press (AP) merupakan yang terbesar dalam kasus penerbitan kartun Nabi Muhammad beberapa waktu terakhir.

Beberapa demonstran membawa gambar guntingan Presiden Macron dengan tanda silang (X) di wajah. Salah satunya membawa poster besar presiden Perancis itu dengan kalung sepatu sebagai tanda penghinaan.

Isu itu merupakan buntut dari kasus pemenggalan seorang guru di Perancis yang dibunuh oleh seorang remaja berusia 18 tahun etnis Chechen, Abdoullakh Anzorov dari Rusia yang ditembak mati aparat.

Guru yang dipenggal, Samuel Paty sebelumnya mengajar kelas kebebasan berpendapat yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Dia merupakan simbol cita-cita sekuler Perancis yang kokoh dan penolakan terhadap interupsi atas nama agama di ruang publik.

Macron dan anggota pemerintahannya telah berjanji untuk terus mendukung karikatur nabi besar umat Islam yang dilindungi oleh kebebasan berekspresi.

Politisi muslim, ulama dan mayoritas masyarakat muslim mengutuk penggambaran semacam itu dan menganggapnya sebagai ujaran kebencian serta penghinaan pada kesakralan simbol Islam.

Lima tahun yang lalu, ekstremis Al Qaeda kelahiran Perancis membunuh 12 karyawan majalah mingguan satir Perancis, Charlie Hebdo sebagai respons keras atas penerbitan karikatur yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Kartun-kartun itu juga memicu protes massal di negara-negara mayoritas Muslim, dengan beberapa di antaranya menjadi kasus yang mematikan.

Para demonstran di Bangladesh berkumpul di depan Masjid Baitul Mokarram utama di pusat kota Dhaka Selasa pagi waktu setempat.

Mereka berjalan menuju kedutaan besar Perancis, namun polisi menghalangi demonstran yang protes dan mengakhiri tanpa kekerasan.

Rezaul Karim, ketua kelompok Islami Andolon di Bangladesh, meminta Perancis menahan diri untuk tidak menampilkan karikatur nabi. “Kami umat Islam tidak pernah membuat karikatur pemuka agama lain,” ujarnya.

“Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai pembawa perdamaian… Macron dan rekan-rekannya tidak belajar apa pun dari sejarah,” tambahnya, sebelum menyerukan umat Islam untuk memboikot barang-barang keluaran Perancis.

Karim juga mengatakan Macron harus dirawat karena “penyakit mental”-nya, pernyataan senada dengan yang dibuat beberapa hari sebelumnya oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan paling gencar dalam kritiknya di antara para pemimpin politik dengan mengatakan bahwa Macron perlu diperiksa kepalanya dan telah tersesat.

Namun, tidak seperti yang dilakukan Turki, Pakistan, dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, pemimpin politik Bangladesh tidak menyerukan protes.

Bangladesh sendiri negara berpenduduk 160 juta jiwa yang sebagian besar beragama Islam, diatur oleh konstitusi yang sekuler. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here