Redam Bencana Nasional, Presiden Harus Segera Canangkan Gerakan Kembali ke Masjid

499
Deklarasi GISS
Sekitar 10 ribu jamaah memadati Masjid At-Tin untuk mengikuti deklarasi Gerakan Indonesia Sholat Subuh (GISS), Rabu (27/9/2017).

Jakarta, Muslim Obsession – Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) H. Usamah Hisyam mengimbau Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk segera mencanangkan Gerakan Kembali ke Masjid (Back to Masjid).

Selain itu, lanjut Usamah, Presiden bersama para ulama perlu segera menggerakkan warga masyarakat untuk melakukan taubatan nasuha. Tujuannya agar bangsa Indonesia dapat terhindar dari berbagai bentuk bencana yang belakangan menimpa negeri ini.

“Untuk menyelamatkan bangsa ini dari berbagai persoalan besar, bencana dusta, benci, dan fitnah. Kata kuncinya cuma satu: mari kita semua umat muslim Indonesia kembali ke masjid, taubatan nasuha, minta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa, agar negeri ini mendapat ridha Allah subhanahu wa ta’ala. Dan itu bisa berlangsung serentak bila Presiden yang mengimbaunya,” tandas Usamah Hisyam, yang juga Ketua Umum Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) usai menghadiri Rapat Pleno MUI, Rabu sore (25/10/2018).

Rapat Pleno ke-32 Dewan Pertimbangan MUI dipimpin Wakil Ketua Umum Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc di Jakarta, Rabu (24/10) siang. Tampak hadir Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Prof. DR. H. Noor Ahmad, MA, para ulama, dan puluhan pimpinan ormas Islam. Ketua Wantim Prof. DR. Din Syamsuddin berhalangan hadir dikarenakan kondisinya kurang sehat.

Rapat Pleno dengan tema ‘Bencana Dusta dan Benci, Apa Solusinya?’ digelar dalam rangka meminta masukan dari para anggota untuk merumuskan solusi menghadapi berbagai bencana yang belakangan menimpa negeri ini. Pasalnya, bangsa Indonesia saat ini disinyalir telah memasuki “darurat ujaran kebencian” yang bersumber hoax sehingga sangat merisaukan bahkan dapat menyulut konflik horisontal antar umat.

“Banyak pandangan yang disampaikan para ulama dan pimpinan ormas Islam yang akan dirumuskan oleh tim kecil Wantim MUI,” jelas Usamah.

Sebagai contoh, mantan anggota DPR RI ini mengemukakan usulan Ketua Umum Hidayatullah, Nashirul Haq, agar bangsa Indonesia melakukan taubatan nasuha, untuk melengkapi gagasan back to mosque yang disampaikan oleh Usamah Hisyam.

“Ada juga usulan agar dilakukan edukasi politik terhadap umat Islam, agar bersikap toleran terhadap perbedaan, serta edukasi penegakan hukum,” ungkap Usamah.

Ia mengemukakan, seluruh peserta Rapat Pleno tak habis pikir terhadap mesin hoax di media sosial yang dalam sekejap dapat viral ke seluruh pelosok negeri sehingga dapat merugikan umat Islam sendiri.

“Saat ini di media sosial ada kecenderungan saling hantam antar umat Islam sendiri. Ini harus dicegah, karena merugikan kita semua,” tandas Usamah. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here