Putra Raja Salman: Saudi Akan Jadi ‘The Next Eropa’

680

Washington, Muslim Obsession – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman optimis bahwa Arab Saudi akan menjadi “the next” Eropa.

Hal tersebut ia sampaikan saat berkunjung ke Amerika Serikat. Ia juga mengatakan, Islam adalah agama bijak dan orang-orang berusaha membajak agama ini demi kepentingannya.

Dilansir The Washington Post, Ahad (25/3/2018), Pangeran Mahkota menilai Islam itu agama yang sederhana. Tak hanya itu, ia juga membanggakan prospek pertumbuhan ekonomi di Timur Tengah.

Dia optimis bahwa Arab Saudi bisa menjadi “the next” Eropa jika serangkaian masalah dapat diselesaikan.

”Arab Saudi memiliki lima persen dari cadangan uranium dunia, dan tidak menggunakan uranium ketika kami berhenti menggunakan minyak,” paparnya.

Putra Raja Salman bin Abdulaziz tersebut mengaku diskusi panjang dengan para ulama direspon positif.

“Itu mengapa kami memiliki lebih banyak sekutu dalam lembaga keagamaan, hari demi hari,” ujarnya.

Pangeran Mohammed yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Saudi ini juga membicarakan upaya reformasi di negaranya. Salah satunya soal pemulihan hak-hak kaum perempuan termasuk hak mengemudikan kendaraan di tempat umum.

Dalam menjalankan agenda reformasi itu, dia mengaku bekerja keras untuk meyakinkan kaum konservatif bahwa pembatasan-pembatasan di Saudi terutama bagi kaum perempuan bukanlah bagian dari agama Islam.

Pangeran Mohammed juga menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi akan mengumumkan kepada dunia apa yang dilakukannya saat ini untuk memerangi ekstremisme.

Dia mengakui adanya penetrasi ekstremisme di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan lain di masa lalu. Saat ini pihaknya berjuang untuk mendepak ideologi ekstremis menjauh dari sistem pendidikan di Saudi.

Selama lawatan resmi ke AS, Pangeran Mohammed telah bertemu dengan Presiden Donald Trump serta para pejabat Kongres dan pertahanan Amerika.

Terkait perang di Yaman, dia menekankan bahwa Kerajaan Arab Saudi telah menyelamatkan upaya untuk memperbaiki situasi kemanusiaan. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here