Puluhan Orang Berdoa, Kenang Satu Tahun Tragedi Penembakan di Masjid Kanada

509
Anak-anak berdiri di samping foto korban serangan masjid di Kota Quebec pada acara doa dan peringatan satu tahun di Kanata, Kanada.

Kanada, Muslim Obsession – Puluhan orang berdoa di Kompleks Rekreasi Kanata untuk untuk mengenang tepat satu tahun tragedi penembakan di Masjid Kota Quebec, Senin (29/1/2018).

Perisitiwa itu mengakibatkan enam orang terbunuh dan 19 lainnya terluka. Kejadian itu bermula saat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah masjid Kota Quebec saat shalat Isya pada 29 Januari 2017 lalu.

Satu per satu dari enam pelajar, bangkit dan masing-masing mereka membaca nama salah satu korban tewas, tepat di samping foto-foto korban. Mereka adalah Mamadou Tanou Barry, Azzeddine Soufiane, Abdelkrim Hassane, Ibrahima Barry, Aboubaker Thabti dan Khaled Belkacem.

Peristiwa mencekam itu menewaskan pedagang dan seorang profesor universitas. Masing-masing meninggalkan seorang janda dan anak-anak yatim.

Pemimpin agama lokal (Kristen) dari Amerika, gereja Anglikan dan Katolik, rabi Kongregasi Machzikei Hadas dan Imam Sikander Hashemi dari tuan rumah Asosiasi Muslim Kanata, masing-masing berdoa dan berduka cita atas tragedi tersebut.

Alexandre Bissonnette, seorang mantan mahasiswa berusia 28 tahun di Université Laval, tersangka yang menghadapi enam tuduhan pembunuhan tingkat pertama dan enam tuduhan pembunuhan percobaan. Pengadilannya dijadwalkan mulai 26 Maret 2018.

Mengenang kejadian itu, Imam Hashemi ingat pada malam tepat tahun lalu, ketika kejadian tak terduga itu terjadi di Kanada.

“Yang tidak boleh dilupakan adalah cinta, dukungan dan solidaritas yang kita saksikan di hari-hari setelah hari yang mengerikan itu. Juga cinta serta solidaritas yang terus kita saksikan hari ini. Untuk itu, kami selalu bersyukur,” tuturnya, dilansir laman Ottawa.

Dia juga menambahkan, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk membasmi penyakit kebencian ini. Asosiasi Muslim Kanata juga memberikan sumbangan sebesar $ 1.000 untuk keluarga korban.

Sebagai penyelenggara doa bersama kedua, yang dijadwalkan pada hari Ahad malam di Knox Presbyterian Church, Imam Hashemi mencatat, korban tewas dan terluka adalah korban tindakan Islamophobia.

“Inilah satu-satunya peristiwa dalam sejarah Kanada ketika seorang pria bersenjata masuk ke sebuah rumah ibadah (masjid) dengan maksud untuk membunuh mereka yang sedang berdoa,” ujarnya.

Pada hari Senin (30/1/2018) dijadwalkan aksi dan peringatan dengan berbagai acara di sekitar Balai Kota Ottawa. Dari siang sampai pukul 17:30, ada sebuah peringatan di Jean Pigott Place dengan kesempatan untuk mengirim pesan duka cita dan dukungan kepada keluarga duka. Sebuah acara juga berlangsung di Human Rights Monument dari pukul 17:30 sampai pukul 18.00.

Tidak hanya itu, akan ada upacara peringatan di Dewan Chambers dari pukul 6:30 sampai pukul 19:30. Film dokumenter Last Walk in the Mosque juga akan diputar pada pukul 7:45. (Vina)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here