Program Membangun Ekonomi Berbasis Masjid

179

Oleh: Anding Sukiman (Ketua PW Parmusi Jawa Tengah)

Sakah satu keputusan penting pada Musyawarah Parmusi Jawa Tengah 3 tahun yang lalu di Hotel Sahid Solo adalah dalam rangka membangun marwah Islam dan umat Islam, maka perlu langkah terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Langkah PW Parmusi Jawa Tengah dalam gerakan dakwah TSM itu bisa dilakukan apabila mensinergikan pembinaan aqidah dan ekonomi.

Umat Islam berkewajiban untuk melakukan shalat berjamaah di masjid sebanyak 5 kali dalam sehari. Apabila di antara ba’da Shubuh ada kajian sebentar tentang aqidah dan ekonomi jamaah, maka urusan ekonomi jamaah masjid dapat teratasi.

Masalah ekonomi yang bisa diatasi di lingkungan jamaah masjid itu, misalnya kebutuhan sehari- hari untuk mencukupinya. Mungkin takmir masjid bisa mendirikan koperasi masjid dan koperasi masjid mendirikan toko sembako.

Jika toko sembako sudah ada maka koperasi masjid dapat menjadi pemasok sembako, misalnya sebagai pemasok beras yang berasnya didapatkan dari kerja sama antara takmir masjid dengan petani-petani jamaah masjid di desa atau wilayah pertanian.

Ada sinergi yang kuat antara konsumen dan produsen. Dalam bidang perberasan produsennya adalah petani jamaah masjid di desa, konsumenya adalah jamaah masjid dan masyarakat perkotaan lain. Maka sektor pangan khususnya beras sudah pasti di tangan umat Islam.

Takmir Masjid juga bisa menjadi pemasok daging ke kios milik jamaah, sumber dagingnya dari lembaga penyembelihan halal yang didirikan forum takmir masjid, mungkin dalam satu wilayah kecamatan atau kabupaten, langkah ini sebagai upaya untuk mencukupi kebutuhan daging halal.

Ketahuilah bahwa sampai saat ini sesungguhnya banyak sekali daging bangkai yang dikonsumsi umat Islam. Contoh daging dari penyembelian sapi dan kambing yang sebelum di sembelih, sapi dan kambing digelonggong dulu dengan air mulai sore hari dan baru disembelih pagi hari, meskipun terkadang sapi dan kambing dalam posisi mati atau sakaratul maut.

Soal daging ini, apakah daging-daging import yang masuk Indonesia dalam jumlah jutaan ton itu sudah pasti halal? Monggo dipikirkan.

Sinergi antara produsen muslim dengan takmir masjid yang mengkonsolidasikan jamaah masjid, menurut pandangan kami dari PW Parmusi Jawa Tengah, menjadi sangat penting.

Kami PW Parmusi Jawa Tengah mengapresiasi PD Parmusi Kabupaten Wonogiri yang sejak tahun 2019 merintis kerja sama dengan 105 takmir masjid yang tersebar di kebupaten Wonogiri untuk pengembangan kelapa kopyor, dan tanpa terasa kerja sama dengan 105 takmir masjid ini bisa menggalang tanam kelapa sebanyak 5.000 batang di lahan lahan milik jamaah pada luasan lahan setara 27 Ha. Jika ini sudah panen maka akan menjadi sumber dana dakwah yang tidak kecil.

PW Parmusi Jawa Tengah akan terus mendorong PD Parmusi se-Jawa Tengah untuk melakukan langkah serupa sesuai dengan situasi dan kondisi dan komoditas yang sesuai dengan kebutuhan jamaah. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here