PKM Unpam Ajak Guru Tingkatkan Kemampuan

110
Suasana upgrading guru yang berlangsung di markas Yayasan IMK di Dusun Pondokmiri, Desa Rawakalong, Kec Gunungsindur, Bogor, Ahad (18/10/2020).

Bogor, Muslim Obsession – Wabah Covid-19 tak menghentikan semangat untuk belajar dan mengajar. Setidaknya itu yang ditunjukkan oleh guru-guru Yayasan Ini Media Kita (IMK) Dusun Pondokmiri, Bogor.

Belasan guru TPQ (Taman Pendidikan Qur’an) Nurul Ikhlas dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Insan Taqwa yang biasanya mengajar itu, kali ini belajar. Mereka menyimak pelajaran tentang Bahasa Inggris, Metode IB Learner Profile, dan Manajemen Keuangan.

Upgrading guru tersebut berlangsung di markas Yayasan IMK di Dusun Pondokmiri, Desa Rawakalong, Kec Gunungsindur, Bogor, Ahad (18/10/2020). Fasilitatornya adalah para dosen Universitas Pamulang (Unpam) Tangerang Selatan, yang tergabung dalam 3 Tim PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Unpam.

Dalam sambutannya selaku koordinator Tim PKM, Teguh Yuwono mengatakan bahwa kedatangan Tim PKM Unpam untuk berbagi pengetahuan, wawasan, ketrampilan, juga bantuan sarana belajar-mengajar.

‘’Kita berterima kasih dan mendoakan Dirut BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo yang turut berkontribusi dalam bantuan sarana pembelajaran,’’ ujar Teguh.

Tim pertama PKM Unpam terdiri: Ivan Putranto, Ibnu Sina, Hestu Nugroho, Anah Furyanah, Haidilia Maharani. Diwakili Ibnu Sina, mereka menyampaikan materi Pengenalan Bahasa Inggris untuk anak usia dini. Pemaparan yang apik, humoris, dan interaktif dibawakan dosen Unpam yang humble dan luas wawasannya itu.

Ibnu Sina memulai paparannya dengan sebuah pernyataan: “Jadilah engkau sebagai Guru, atau Pelajar, atau Pendengar, atau Pecinta. Dan janganlah kamu menjadi orang kelima, sehingga engkau menjadi Perusak.”

Ibnu menjelaskan, bahasa bukanlah pengetahuan, namun ketrampilan hidup. Karena itu, harus diasah terus-menerus dengan cara mempraktikkannya.

‘’Alah bisa karena biasa. Coba lihat, anak-anak Amerika, kecil-kecil sudah pintar berbahasa Inggris,’’ guraunya disambut mesam-mesem guru.

‘’Anak usia dini, dalam rentang umur 0-6 tahun atau disebut golden age, daya rekamnya luar biasa. Apa yang didengarnya, mudah ditirukan. Ini mempermudah pembelajaran bahasa,’’ tutur Ibnu.

Tim kedua yang terdiri: Iskandar Zulkarnain, Teguh Yuwono, Nani, Angga Rovita, dan Reni Hindriari, mengenalkan metode pembelajaran IB (International Baccalaureate) Learner Profile.

Metode tersebut dikembangkan International Baccalaureate, yayasan pendidikan internasional yang berkantor pusat di Jenewa, Swiss, dan memiliki empat program pendidikan formal: IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun, IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun, IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun, dan IB Career-Related Programme (CP) untuk usia 15-18 tahun.

Program IB sudah cukup banyak diadopsi di dunia, yakni di Amerika, Asia Pasifik, Afrika, Eropa, dan Timur Tengah, yang melibatkan lebih dari 4.500 sekolah. Di Indonesia sendiri, tercatat lebih dari 50 sekolah yang tersebar di 11 provinsi yang menggunakan satu atau lebih program IB.

Tim ketiga yang terdiri: Siti Alfiah, Prihadi Dwianggoro, Janudin S, Agus Sulaiman Anhari, dan Fakung Rachman, memaparkan pentingnya pengelolaan keuangan lembaga pendidikan. Materi yang cukup rumit ini disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami oleh Fakung Rahman, dosen Unpam yang ahli di bidang anggaran perusahaan.

”Terima kasih atas ilmu dan bantuan fasilitas belajar-mengajarnya. Semoga kerjasama Yayasan IMK dan PKM Unpam ini semakin baik,” kata Kepala Sekolah TPQ Nurul Ikhlas, Nurbaiti Rohmah, mewakili para peserta. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here