Pesan Kiai Maimun Zubair: Warga NU Jangan Mau Diadu Domba dengan Ahlul Bait

185
KH Maimun Zubair (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ramainya pemberitaan mengenai Habib Rizieq Shihab memicu adanya tanggapan yang beragam. Ada kelompok yang memang setia mendukung Rizieq Shibab, ada juga kelompok yang tidak simpatik dengan cara-cara yang dilakukan Rizieq.

Terlepas dari itu, Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah lewat status instagramnya, @gusmiftah pada Senin (16/11/2020), ia kembali mengingatkan pesan ulama besar tanah Jawa KH Maimun Zubair (Mbah Moen).

Pesan Mbah Moen itu disampaikan mantan Ketua GP Ansor Nusron Wahid jauh sebelum Mbah Moen wafat di Makkah, Arab Saudi pada 6 Agustus 2019 lalu.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BNP2TKI) itu mengawali pertemuannya dengan Mbah Moen sesaat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

“Saya mendapatkan izin dari Habib Luthfi untuk menyampaikan beberapa pesan dari Maulana, dari Romo Kiai Maimun Zubair, karena kebetulan satu hari sebelum beliau berangkat haji, kami dipanggil, entah ada apa? tiba-tiba Gus Kamil menelepon saya, saya diminta untuk sowan di Hotel Grand Melia pukul delapan malam,” kata Nusron mengawali pembicaraan.

“Waktu saya sampai Hotel Grand Melia, ternyata beliau sudah jalan menuju Hotel Darmawangsa makan malam. Ternyata beliau (Mbah Moen) di sana makan malam dan Alhamdulillah tidak seperti biasanya, beliau itu biasanya sisa makanannya beliau dilarang untuk dimakan para santri-santrinya. Tapi pada malam itu saya minta khusus sisa makanannya, saya minta diberikan kepada (oleh) beliau,” lanjut Nusron.

Setelah itu, Nusron mengaku dipanggil Mbah Moen untuk datang ke Hotel Grand Melia. Ketika sampai di hotel, Nusron mengaku diberi dua pesan oleh Mbah Moen. Pertama adalah pesan khusus untuk Presiden Jokowi. Kedua adalah pesan untuk warga Nahdlatul Ulama atau NU.

“Beliau Mbah Moen mengeluarkan air mata, saya tahu persis waktu menyampaikan ini, pesan khusus buat kita-kita semua, aktivis Nahdlatul Ulama, aktivis NU di semua tingkatan untuk tidak boleh dan tidak mau diadu domba dengan Ahlul Bait,” katanya.

“Para aktivis Nahdlatul Ulama tidak boleh terpancing apapun dan bermusuhan dengan Ahlul Bait,” tambahnya.

Kepada warga NU, Mbah Moen berpesan agar mengikuti Habib Luthfi bin Yahya. Sebab, kata Nusron, Habib Luthfi adalah seorang habib yang asli NU.

“Beliau juga berpesan, ‘kamu kalau ingin pegangan orang NU yang Ahlul Bait-Habib, dan Habib sing NU, NU sing Habib, peganglah Habib Luthfi, karena Habib Luthfi ini ulama Habib sing jowo, wong jowo sing paham Habib,” jelasnya.

“Saya tidak tahu maknanya beliau, tetapi saya memaknai tapi begitu beliau wafat, ini adalah tongkat estafet bahwa imam kita kali ini, kalau ada pesan-pesan dari beliau kita nanti larinya, kita tanya nantinya kepada Al Mukaram Maulana Habib Luthfi,” tandasnya.

Melengkapi video kesaksian Nusron Wahid, Gus Miftah menyimpulkan dua pesan Mbah Moen yang harus dipatuhi seluruh warga NU. Keterangan itu ia tulis di akun instagramnya.

“Pesan pertama, warga NU ditegaskannya jangan mau di adu domba dengan ahlul bait (dzurriyah nabi) atau keturunan Nabi Muhammad SAW.”

“Sedangkan pesan kedua adalah berpegang teguh kepada Habib Luthfi bin Yahya.”

“Karena dijelaskan Mbah Moen, Habib Luthfi adalah Habib yang Nahdlatul Ulama dan sebaliknya.”

“Guru saya berpesan: kamu jangan membenci habaib wahai miftah karena dalam diri habaib mengalir darah nabi, manusianya harus dihargai, hak haknya harus dihormati. Tetapi bila perilakunya tidak layak, harus di tolak (perilakunya) siapapun dia apapun latar belakangnya,” tulis Gus Miftah.”

“Maka miftah kamu hrs bisa membedakan antara manusia dan perilakunya. Untuk semua guru, habib luthfy, habib riziek dan semua habaib……. alfatihah,” tambahnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here