Persaudaraan Alumni 212 Beri Masukan Presiden Soal Kriminalisasi Ulama

675
Tim 11 PA 212
Jumpa pers Persaudaraan Alumni 212 di Tebet, Jakarta Selatan, jumpa pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018). (Foto:Sutanto/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan tertutup dengan Persaudaraan Alumni 212 yang diwakili Tim 11 di Istana Bogor, Jawa Barat pada Minggu (22/4/2018). Dalam pertemuan tersebut Jokowi mendapat masukan dari para ulama soal kriminalisasi terhadap para ulama yang sampai saat ini kasusnya belum juga bisa diselesaikan.

“Kita ingin memberikan masukan yang seimbang kepada Presiden tentang sejumlah kasus kriminalisasi terhadap ulama. Satu sisi dari aparat, tapi dari sisi lain dari ulama. Presiden mengakui selama ini tidak mendapat informasi yang balance,” ujar Usamah Hisyam yang menginisiasi pertemuan tersebut, saat mengadakan jumpa pers di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persaudaraan Muslimin Indonesia (PP Parmusi) itu menuturkan, Presiden Jokowi menerima masukan dengan lapang dada sebagai bahan untuk mengambil kebijakan. Tim 11 berusaha meyakinkan kepada Presiden bahwa tuduhan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh ulama tidaklah benar.

“Dengan silaturahim ini bagian dari upaya kami untuk meyakinkan kepada Presiden bahwa kriminalisasi terhadap para ulama itu tidaklah benar,” tutur Usamah.

Sementara itu Ketua Tim 11 Ulama Alumni 212, Misbahul Anam, mengungkapkan, dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu tidak ada pembahasan soal politik. Fokus utama dari pertemuan itu hanya menyangkut kasus kriminalisasi terhadap ulama. Disebutkan pertemuan itu berlangsung dengan cair.

“Tidak ada soal politik, tidak ada dukung-mendukung. Kita fokus memberikan masukan kepada Presiden soal kasus kriminalisasi terhadap ulama. Kalau ada yang menafsirkan lain, silakan saja,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut bertujuan menjalin tali silaturahim dengan para ulama, kiai, dan ustadz dari seluruh provinsi yang ada di Tanah Air dengan tujuan menjalin persaudaraan dalam rangka menjaga persatuan.

Bagi Jokowi, pertemuan dengan Tim 11 Ulama Alumni 212 itu bukan sesuatu hal yang aneh atau sesuatu yang harus diributkan. Sebab, ia juga mengaku kerap melakukan pertemuan dengan sejumlah ulama.

“Saya kan hampir tiap hari kan, hampir tiap minggu kan, baik ke pondok pesantren, bertemu dengan ulama, juga mengundang ulama datang ke Istana. Hampir setiap hari, hampir setiap minggu,” ujar Jokowi usai pelepasan ekspor mobil Mitsubishi Xpander di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/4/2018).

Mantan Gubernur DKI ini menyampaikan bahwa silaturahim antara umara (pemerintah) dan ulama, harus terus dijalin dengan mendengarkan masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, cara itu diyakini dapat membantu bangsa menyelesaikan masalah-masalahnya.

“Kita selesaikan (masalah) bersama-sama. Pertemuan kemarin secara garis besar arahnya pembicaraannya ada di situ,” ujar Jokowi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here