Perjalanan Duta Besar Jerman Murad Wilfried Memeluk Islam

1269
Murad Wilfried (Foto: Youtube)

Muslim Obsession – Murad Wilfried Hofmann, belum lama ini meninggal dunia di usinya yang ke-89 tahun atau pada 13 Januari 2020. Ia adalah seorang diplomat atau duta besar dan penulis Jerman.

Dia menulis beberapa buku tentang Islam, di antaranya Perjalananannya ke Makkah dan buku berjudul Islam: Alternatif. Banyak buku dan esainya berfokus pada tempat Islam di Barat.

Yang menarik dari Murad Hoffman adalah, ketika ia sedang menjadi duta besar Jerman di Maroko, pada tahun 1992, ia mempublikasikan bukunya yang menggegerkan masyarakat Jerman: Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).

Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, tetapi ia secara eksplisit mengatakan bahwa alternatif Islam bagi masyarakat Barat adalah suatu keniscayaan.

Pria yang tumbuh di keluarga Katolik Jerman itu juga adalah salah satu penandatangan A Common Word Between Us and You, sebuah surat terbuka oleh para cendekiawan Islam kepada para pemimpin Kristen, yang menyerukan perdamaian dan toleransi.

Pengalamannya sebagai duta besar dan tamu beberapa negara Islam mendorongnya untuk mempelajari Islam, terutama Al-Quran. Dengan tekun ia mempelajari Islam dan belajar memperaktekkan ibadah-ibadahnya.

Pada tanggal 11 September 1980, di Bonn, setelah lama ia rasakan pergolakan pemikiran dalam dirinya yang makin mendekatkan dirinya kepada keimanan, dengan terharu ia mengungkapkan dalam memoarsnya (edisi bahasa Indonesia: Pergolakan Pemikiran): “Aku harus menjadi seorang Muslim!”. Maka pada tanggal 25 September 1980, di Islamic Center Colonia, ia dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here