Perjalanan Duta Besar Jerman Murad Wilfried Memeluk Islam

Perjalanan Duta Besar Jerman Murad Wilfried Memeluk Islam

Muslim Obsession - Murad Wilfried Hofmann, belum lama ini meninggal dunia di usinya yang ke-89 tahun atau pada 13 Januari 2020. Ia adalah seorang diplomat atau duta besar dan penulis Jerman.

Dia menulis beberapa buku tentang Islam, di antaranya Perjalananannya ke Makkah dan buku berjudul Islam: Alternatif. Banyak buku dan esainya berfokus pada tempat Islam di Barat.

Yang menarik dari Murad Hoffman adalah, ketika ia sedang menjadi duta besar Jerman di Maroko, pada tahun 1992, ia mempublikasikan bukunya yang menggegerkan masyarakat Jerman: Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif).

Dalam buku tersebut, ia tidak saja menjelaskan bahwa Islam adalah alternatif yang paling baik bagi peradaban Barat yang sudah kropos dan kehilangan justifikasinya, tetapi ia secara eksplisit mengatakan bahwa alternatif Islam bagi masyarakat Barat adalah suatu keniscayaan.

Pria yang tumbuh di keluarga Katolik Jerman itu juga adalah salah satu penandatangan A Common Word Between Us and You, sebuah surat terbuka oleh para cendekiawan Islam kepada para pemimpin Kristen, yang menyerukan perdamaian dan toleransi.

Pengalamannya sebagai duta besar dan tamu beberapa negara Islam mendorongnya untuk mempelajari Islam, terutama Al-Quran. Dengan tekun ia mempelajari Islam dan belajar memperaktekkan ibadah-ibadahnya.

Pada tanggal 11 September 1980, di Bonn, setelah lama ia rasakan pergolakan pemikiran dalam dirinya yang makin mendekatkan dirinya kepada keimanan, dengan terharu ia mengungkapkan dalam memoarsnya (edisi bahasa Indonesia: Pergolakan Pemikiran): "Aku harus menjadi seorang Muslim!". Maka pada tanggal 25 September 1980, di Islamic Center Colonia, ia dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.

Tiga Hal yang Membuat Murad Jatuh Cinta pada Islam

Murad mengatakan bahwa ada tiga hal yang membuatnya jatuh cinta dan memeluk Islam. Pertama, adalah ketika tahun 1962, selama perang kemerdekaan Aljazair yang berlangsung delapan tahun.

Prancis telah membuat perjanjian dengan para pemberontak bahwa jika mereka mengadakan gencatan senjata selama enam bulan, maka mereka akan diberikan kedaulatan. Namun, para pemukim Prancis sangat keras terhadap orang-orang Aljazair, dan melakukan semua yang mereka bisa untuk memprovokasi mereka untuk berperang, tetapi mereka melawan, seperti yang mereka janjikan.

"Saya sangat tertarik dengan tingkat kedisiplinan orang-orang ini sehingga saya diminta membaca Al-Quran untuk melihat apa yang memberi mereka kekuatan seperti itu," katanya, dikutip dari About Islam, Kamis (16/1/2020).

“Dalam pikiran saya, saya ingin bertaubat, tetapi belum secara resmi. Saat itulah saya meninggalkan semua ideologi Kristen saya.”

Faktor Kedua adalah seni Islam. “Sebelum itu, saya adalah seorang kritikus balet dan melakukan perjalanan hampir 50 kali setahun, terutama ke AS, untuk menonton dan mengkritik pertunjukan balet. Sebagai seorang kritikus, seseorang harus memiliki standar,” katanya.

“Tapi semua itu membuatku dingin, sampai aku melihat seni Islam. Yang pertama adalah di kota-kota Spanyol Granada, Cordoba, Seville di Spanyol selatan dan Andalusia. Seni Islam menyentuh saya dengan cara yang tidak ada seni apapun mampu menyentuh hati saya," katanya.

Faktor Ketiga adalah Filsafat. "Saya tidak dilatih sebagai filsuf, tetapi pada waktu yang senggang saya membaca filsafat," ujar Murad. Beberapa filsuf terbesar sepanjang masa adalah Muslim. Ibn Sina, Ibn Khaldun, Al-Ghazali dan Ibn Rushd ada di antara mereka.

"Aku marah dan menyesal karena tidak mengenal mereka sebelumnya," jelasnya.

Beberapa filsuf terkenal sangat dipengaruhi oleh Ibn Khaldun yang merupakan pendiri sosiologi dan sejarawan ilmiah pertama yang kritis. Bagi Murad, dia adalah satu-satunya sekaligus pendiri dua ilmu.

Namun, ia tidak diakui di Eropa sampai abad ke-20, meskipun beberapa orang Eropa telah menemukannya di abad ke-19. Pada tahun 1980, Kantor Luar Negeri Jerman menyelenggarakan presentasi komprehensif tentang Islam untuk mengajar para diplomat yang akan ditempatkan di negara-negara Islam.



Dapatkan update muslimobsession.com melalui whatsapp dengan mengikuti channel kami di Obsession Media Group