Pentolan Daesh, Abu Bakar Al-Baghdadi Dikabarkan Tewas

213
Abu Bakar Al-Baghdadi (Foto: Daily Sabah)

Jakarta, Muslim Obsession – Pemimpin Daesh, Abu Bakar Al-Baghdadi dikabarkan tewas dalam operasi militer AS di Suriah. Demikian pengumuman yang disampakain Presiden AS Donald Trump, Ahad (27/10/2019).

Dalam pidato yang disiarkan televisi kepada negara dari Ruang Diplomatik Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa Al-Baghdadi sudah mati dan pemimpin teroris nomor satu itu telah dibawa ke pengadilan setelah misi operasi khusus berbahaya dan nekat.

“Tidak ada pasukan A.S. yang hilang dalam operasi itu. Sementara sejumlah besar pejuang dan rekan-rekan Baghdadi terbunuh bersamanya,” ungkap Trump seperti dilansir Daily Sabah.

“Dia meninggal setelah berlari ke jalan buntu. Ia merintih, menangis dan menjerit sepanjang jalan,” kata Trump.

Ketika pasukan AS membunuhnya, Trump mengatakan Al-Baghdadi melarikan diri dengan tiga anaknya dan meledakkan rompi bunuh diri.

“Dia adalah orang yang sakit dan bejat, dan sekarang dia pergi. Dia mati seperti anjing, dia mati seperti pengecut,” imbuhnya.

Sebelum pengumuman itu, Trump menyinggung lewat Twitter pada Sabtu malam bahwa sesuatu yang sangat besar baru saja terjadi.

Sementara juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley, mengatakan bahwa bahwa presiden akan membuat pernyataan utama pada Ahad pagi.

Dikabarkan tubuh pentolan Daesh itu dimutilasi, tetapi tes DNA di tempat mengkonfirmasi identitas Al-Baghdadi. Trump mengatakan banyak puing-puing harus dihilangkan karena ledakan itu, tetapi Al-Baghdadi diidentifikasi 15 menit setelah dia terbunuh.

Trump menyatakan serangan militer A.S. yang mengeluarkan Al-Baghdadi adalah kesepakatan yang lebih besar daripada pembunuhan Osama bin Laden 2011 selama pemerintahan Obama.

Presiden mengakui bahwa kematian bin Laden adalah signifikan, tetapi mengatakan dia yakin berita tentang Al-Baghdadi adalah berita yang lebih besar.

Menurutnya, bin Laden tidak menjadi nama global dalam terorisme sampai serangan 11 September 2001. Presiden mengatakan hal itu berbeda dengan Al-Baghdadi, yang menurut Trump bertanggung jawab untuk membangun kekhalifahan.

Presiden A.S. juga berterima kasih kepada negara-negara Rusia, Turki, Suriah dan Irak atas bantuan mereka dalam operasi tersebut.

Mengomentari peran Turki dalam serangan itu, Trump mengatakan Turki hebat, dan tahu pasukan A.S. mengincar Al-Baghdadi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here