Pengukuhan Doktor HC Habib Luthfi di Unnes Akan Dihadiri Para Santri

127
Habib Luthfi bin Yahya (Foto: jatman)

Jakarta, Muslim Obsession – Habib Luthfi bin Yahya akan diberikan gelar sebagai Doktor Honoris Causa’ (DR HC) oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes). Bukan hanya para tokoh, para santri pun akan ikut hadir menyaksikan langsung mement yang membahagiakan itu.

Habib Luthfi rencananya akan dikukuhkan sebagai Doktor HC l, pada Senin (9/11) di Aula Kampus Unnes Pasekaran Gunungpati, Semarang. Asisten Pribadi Habib Luthfi, Zamroni bahkan mengatakan acara itu bakal dihadiri santri dari berbagai daerah, baik yang ada di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan pulau lainnya.

“Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap guru tercinta. Meski tempatnya dibatasi, tak menyurutkan langkah mereka untuk hadir,” jelasnya.

Dalam pidato pengukuhan Habib Luthfi akan menyampaikan makalah berjudul ‘Strategi Komunikasi Pemberdayaan Umat dan Sejarah Kebangsaan’ dan sudah disiapkan naskahnya oleh tim khusus.

Namun demikian, tak menutup kemungkinan Habib Luthfi akan menyampaikan pidato tanpa teks. “Tim yang ditunjuk telah menyiapkan naskah pidato. Akan tetapi, biasanya Abah (panggilan Habib Luthfy) akan menyampaikan tanpa teks,” jelasnya.

Zamroni juga menjelaskan rangkaian acara pengukuhan, yakni Senin (9/11) pemberian gelar kehormatan di kanpus Unnes Semarang. Selasa (10/11) pagi ziarah ke makam pahlawan di Pekalongan.

“Malam harinya gelar tasyakuran penganugerahan, ulang tahun ke-73 Habib Luthfi, dan peresmian Koperasi Jatman ‘Rejaning Karyo’ oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Ada beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju akan hadir pada acara tersebut,” tandasnya.

Rektor Unwahas Semarang Prof Mahmutarom mengatakan, Jatman di bawah kepemimpinan Habib Luthfi dalam dua dasa warsa terakhir bergerak masif mengenalkan amalan-amalan thariqah lintas komunitas dan berhasil memotivasi masyarakat untuk mengalamalkan ajaran thariqah secara benar di bawah bimbingan para mursyid yang sanadnya jelas.

“Beragamnya aliran thariqah tidak menjadikan para pengamal ajaran thariqah terbelah. Bahkan, adanya perbedaan guru atau mursyid juga tidak memunculkan pertentangan, tetapi justru sebaliknya jamaah thariqah semakin guyup dan kokoh dalam satu ikatan kebersamaan di tengah berbagai perbedaan,” tegasnya.

Dikatakan, hal ini merupakan modal besar untuk memperkokoh persatuan bangsa seiring dengan kian masifnya masyarakat dalam mengamalkan thariqah. “Thariqah yang selama ini terkesan hanya menjadi amalan kalangan komunitas terbatas, orang tua, dan pedesaan, kini mulai merambah kalangan muda dan menembus masyarakat perkotaan,” tandasnya. (Al)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here