Pemimpin Para Ulama, Mu’adz Bin Jabal

89
Pemimpin Ulama
Pemimpin Ulama (Foto: Jurnal Islam)

Muslim Obsession – Saat Rasulullah Saw. mengambil baiat dari orang-orang Anshar pada baiat Aqabah II, di antara para utusan yang terdiri atas tujuh puluh orang itu terdapat seorang anak muda dengan wajah berseri serta memikat perhatian dengan sikap dan ketenangannya. Dia adalah Mu’adz bin Jabal.

Mu’adz adalah seorang tokoh dari kalangan Anshar yang ikut berbaiat pada baiat Aqabah II, hingga termasuk As-Sabiqun Al-Awalun (golongan yang pertama masuk Islam). Orang yang lebih dulu masuk Islam dengan keimanan serta keyakinannya seperti itu, mustahil tidak akan turut bersama Rasulullah Saw dalam setiap perjuangan. Demikian pula dengan Mu’adz .

Meski usianya masih muda tapi Mu’adz memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga Rasulullah Saw mengirimnya ke negeri Yaman untuk mengajar. Ketika akan berangkat Rasulullah Saw mengantarnya dengan berjalan kaki sedangkan Mu’adz berkendaraan, dan Nabi bersabda kepadanya: ”Sungguh, aku mencintaimu“.

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw berkata,” Wahai Mu’adz kemungkinan besar kamu tidak akan bertemu denganku lagi setelah dua tahun ini. Mungkin kamu nanti akan lewat masjid dan kuburanku.”

Mendengar kata Rasulullah, Mu’adz menangis sedih. Dan memang benar bahwa Mu’adz tidak lagi bertemu dengan Rasulullah. Nabi wafat ketika Muadz masih mengajar di Yaman.

Muadz Bin Jabal adalah salah satu sahabat Rasulullah yang cerdas. Dikenal sebagai sebagai ahli fiqih, mujtahid, mujahid dan seorang mufti. Tentang keilmuannya ini, sahabat Umar bin Khatab berkata,” Andaikan Mu’adz tidak ada, aku bisa celaka.” Mu’adz seperti Umar bin Khatab adalah sahabat yang menjunjung tinggi fungsi akal dan berani mengeluarkan ijtihadnya.

Dalam suatu dialog disebutkan Rasulullah Saw bertanya,” Wahai Mu’adz bagaimana atau dengan apakah kamu akan memecahkan persoalan agama?” Mu’adz menjawab,” Aku akan merujuk kepada Kitab Allah.” Kemudian Rasul pun bertanya lagi,” Andaikan kamu tidak mendapat jawabannya dari Kitab Allah?

”Mu’adz pun kemudian menjawab,” Aku akan mencari jawabannya di Sunnah Rasul-Nya.” Rasulullah bertanya lagi,” Andaikan kamu tidak menemukan jawaban dalam Sunnah Rasul-Nya?” Dengan tegas Mu’adz bin Jabal menjawab,” Aku akan berijtihad dengan pendapatku sendiri.” Mendengar jawaban tersebut Rasulullah tampak cerah seraya berkata,” Segala Puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada utusan Rasul-Nya.”

Mu’adz merupakan duta besar Islam yang pertama kali yang dikirim Rasulullah. Mu’adz adalah salah satu sahabat yang diberi kepercayaan memberikan fatwa di masa Rasulullah selain Umar bin Khatab, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abu Thalib dan Usman bin Affan.

Sebagai seorang pendakwah Islam di dalam masyarakat Madinah. Mu’adz berhasil mengislamkan beberapa orang sahabat terkemuka misalnya Amru bin al-Jamuh. Rasulullah mempersaudarakannya dengan Ja’far bin Abi Thalib.

Mu’adz bin Jabal wafat tahun 18 H ketika terjadi wabah hebat di Urdun tempat ia mengajar sebagai utusan khalifah Umar bin Khattab, waktu itu usianya 33 tahun. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here