Patung Unta Purba di Padang Pasir Saudi

2611
Patung Kaki Unta di Al-Jouf Arab Saudi (Photo: AFP)

Arab Saudi, Muslim Obsession – Penemuan arkeologi sebuah ukiran patung kaki unta di utara kota Sakaka provinsi Al-Jouf, menghiasi padang pasir di Arab Saudi.

Hussain Al-Khalifah, salah satu tim riset Franco-Saudi menunjukkan penemuan arkeologi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Yaitu, patung unta yang diukir di bebatuan runcing. Penemuan ini dianggap bisa menjadi inovasi baru evolusi seni dari batu.

Ada sekitar 12 patung, beberapa di antaranya rusak akibat erosi dan vandalisme. Diperkirakan, mungkin berusia sekitar 2.000 tahun lalu dan baru ditemukan di sepanjang persimpangan padang pasir di provinsi utara Al-Jouf.

Khalifah mengaku telah menjelajahi situs tersebut sejak tahun 2016 dan 2017. Khalifah mengatakan, secara tidak sengaja menemukan ukiran tersebut beberapa tahun lalu. Ketika seorang temannya menceritakan kepadanya tentang “gunung berbentuk unta”.

“Justru sebaliknya, ketika saya mengunjungi daerah tersebut, saya menemukan unta dipahat di singkapan gunung. Ini benar-benar unik,” katanya.

Selama berabad-abad, unta diberi kehormatan sebagai “kapal padang pasir”. Jadi, menurut Khalifah, motif unta tidak asing lagi dalam karya seni kerajaan.

Dipahat pada tiga bebatuan runcing, patung-patung itu menggambarkan kepala dan mamalia berkuku. Ini menunjukkan tingkat keterampilan artistik yang tak terlihat dalam bentuk seni batu lainnya di padang pasir Saudi.

“Patung-patung batu tersebut bisa mengungkap misteri kehidupan kuno di semenanjung Arab. Sebuah karya seni dan kreativitas yang menakjubkan,” kata Khalifah, kepada AFP, Selasa (27/2/2018).

Di kalangan arkeologi, tempat tersebut kini disebut sebagai “situs unta”. Khalifah menambahkan, ukiran tiga dimensi di Al-Jouf, beberapa hanya menampilkan sebagian tubuh unta seperti kuku. Berbeda dari yang ditemukan di situs-situs Saudi lainnya.

Maria Guagnin, dari Institut Max Planck untuk Ilmu Pengetahuan Manusia, yang berbasis di Jerman, mengatakan penemuan ini berpotensi mengubah pemahaman kita tentang dinamika populasi pra-sejarah.

“Tapi situs arkeologi tersebut masih diselimuti misteri. Karena kita tidak tahu siapa yang mengukirnya atau alat yang mereka gunakan,” ujarnya.

Khalifah menerangkan, pengukir yang paling memungkinkan adalah orang Nabate, suku Arab nomaden yang dikenal mendirikan kota Petra di Yordania modern dari tebing gurun pasir.

Penemuan ini juga telah menyoroti warisan Badui Arab Saudi yang kaya raya. Kerajaan ini dikaruniai ribuan contoh seni batu yang dicat dan berbagai prasasti kuno.

Melalui aplikasi Google Map, tahun lalu para arkeolog mencari ratusan “gerbang” yang dibangun dari batu di padang pasir Saudi yang terpencil. Di mana diperkirakan berasal dari 7.000 tahun lalu.

Arkeolog Guillaume Charloux, dari Pusat Nasional Prancis de la Recherche Scientifique (CNRS), menilai ukiran patung kaki unta di Al-Jouf sebagai penemuan baru yang paling signifikan.

“Ini adalah penemuan ilmiah penting yang mengingatkan kita pada sejarah pra-Islam yang penting di Arab Saudi,” tuturnya.

Charloux berharap hal itu akan membuat masyarakat melihat keberagaman dan kekayaan masa lalu di Arab Saudi. Karena menurutnya, ukiran yang memiliki bermacam gaya itu, menunjukkan ada lebih dari satu seniman di belakang mereka.

“Mungkin saja, situs Al-Jouf adalah salah satu penghormatan rute kafilah yang digunakan sebagai tempat peristirahatan atau penanda batas,” tandasnya.

Untuk saat ini, otoritas Saudi secara ketat menjaga situs Al-Jouf dari pemburu harta karun, di tengah spekulasi masyarakat lokal tentang adanya emas yang tersembunyi. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here