Palestina Tolak Tawaran Morsi untuk Menetap di Sinai

610
Presiden Palestina Mahmoud Abbas
Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas (Foto: Israelnationalnews)

Kairo, Muslim Obsession –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas menolak tawaran mantan presiden ke-5 Mesir Mohamed Morsi kepada warga Palestina, untuk menetap di Semenanjung Sinai.

Pernyataan-pernyataan Abbas itu muncul dalam pidato yang disampaikannya pada sidang 23 dewan nasional yang diadakan Senin (1/5/2018) di markas kepresidenan di Ramallah.

“Ketika Ikhwanul memerintah selama masa Morsi, kami ditawari bagian dari Sinai tetapi kami menolak tawaran itu,” kata Abbas, sebagaimana dilansir Egypt Today, Kamis (3/5/2018).

Abbas mengatakan bahwa dia menolak tawaran Morsi dan mengatakan kepadanya bahwa Palestina tidak akan menerima tawaran semacam itu. Dia menegaskan bahwa Palestina tidak akan meninggalkan tanah mereka dan tidak akan hidup di tanah orang lain.

Sebelumnya, rencana untuk memukimkan kembali warga Palestina di Mesir juga telah dilaporkan oleh BBC, outlet media yang berbasis di Inggris pada tahun 2017. Mereka menuduh bahwa mantan Presiden Mesir Hosni Mubarak mengizinkan pemukiman kembali warga Palestina di Mesir sebagai tanggapan atas permintaan AS pada tahun 1980-an.

Sementara itu, seorang pejabat Mesir di Kementerian Luar Negeri membantah perkataan Abbas terkait tawaran pemindahan pemukiman tersebut. Ia mengatakan pernyataan Mahmoud Abbas tidak berdasar.

Sedangkan pejabat lainnya mengaku bahwa proposal telah ditawarkan oleh mantan presiden Mohamed Morsi. Ketika dia berjanji pada Palestina untuk memberi mereka sebidang tanah dari Sinai, guna mendirikan negara Palestina.

Namun pernyataan itu lagi-lagi mendapat bantahan. Sekjen Kantor Presiden Palestina Al-Tayyeb Abdel-Rehim menyangkalnya dengan mengatakan bahwa para pemimpin Mesir dan Palestina telah menyatukan pendirian mereka pada pembentukan negara Palestina di tanah yang diduduki pada 1967 dan Yerusalem sebagai ibu kotanya. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here