Orangtua Harus Aktif Ajarkan Bahasa Daerah kepada Anaknya

844
Keluarga dan Anak
Ilustrasi: Orangtua dan Anak.

Jakarta, Muslim Obsession – Indonesia patut berbangga diri karena memiliki ribuan bahasa dan adat istiadat. Namun, kebanggaan itu seolah semakin memudar seiring semakin lemahnya penggunaan bahasa daerah bagi kalangan muda dan anak-anak.

Kepala Badan Bahasa Kemendikbud Dadang Sunendar menyebut, salah satu menurunnya penutur bahasa daerah adalah tidak terjadinya pewarisan dari orangtua kepada anak-anaknya. Padahal peran orang tua sangat kuat.

“Pewarisan bahasa daerah dari orangtua kepada anak-anak harus aktif. Perlindungan bahasa daerah itu harus dilakukan secara masif,” kata Dadang kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Guna melindungi bahasa daerah, Balai Bahasa juga sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mencari strategi yang tepat melindungi bahasa daerah. Salah satunya melalui seminar perlindungan bahasa daerah.

Menurutnya, strategi tersebut telah diimplementasikan di Papua. Untuk Papua, ada dua strategi yang sedang dibahas. Pertama, muatan lokal daerah di wilayah Papua yang memungkinkan.

Kedua, model pemanfaatan komunitas untuk wilayah yang tidak melaksanakan muatan lokal bahasa daerah karena berbagi pertimbangan. “Hingga saat ini keduanya masih dibahas terus,” ujar dia.

Dadang enggan berkomentar terkait wacana penyerapan bahasa daerah. Beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewacanakan untuk menyederhanakan bahasa daerah.

Hal ini dilakukan karena ragam bahasa daerah yang terlalu banyak di Indonesia bisa mempengaruhi sistem komunikasi dan sulit dibina atau dikembangkan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here