Orang-Orang Berjenggot dalam Perjuangan Kemerdekaan

480
KH Hasyim Asyari (Foto: NU Online)

Di dalam Soeara Moeslimin Indonesia No. 7, 7 Rabiul Akhir 1363/1 April 2604, malah kita dapati foto dan berita K.H.M. Hasjim Asj’ari (yang berjanggut itu) dengan bersorban dan bergamis sedang beramah tamah dengan Panglima Tentara Jepang di Jawa.

Dalam keterangan foto antara lain ditulis: “Tuan Kiai Haji Hasjim Asj’ari dari Jombang (Surabaya), Pemimpin Besar MASYUMI berhubung dengan keangkatannya menjadi Jawa Hookoo Kai Komon  pada tanggal 18 Maret yang lalu jam 3.00 siang, beliau telah menghadap PYM  Gunseikan untuk menyatakan terima kasihnya.”

Jika tentara pendudukan Jepang yang terkenal kejam mampu bersikap ramah kepada ulama yang bergamis, bersorban, dan berjanggut; sungguh tidak bisa diterima akal sehat jika di zaman bebas merdeka, bahkan konon zaman reformasi pula, ada orang yang sungguh nyinyir kepada lelaki berjanggut.

Ada yang berjanggut, ada pula yang cuma berkumis seperti Bapak Nasionalisme Indonesia, H.O.S. Tjokroaminoto.

Ada pula yang klimis, tanpa janggut dan kumis seperti Dr. Soekiman Wirjosandjojo dan banyak tokoh pejuang kemerdekaan lain.

Berjanggut atau tidak berjanggut sejak zaman dahulu kala tidak pernah dipersoalkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here