Nina Nugroho: Pasti Ada Solusi dalam Situasi Sulit

84
Nina Nugroho, Fashion Designer dan CEO Nina Nugroho Internasional. (Foto: Foto: Fikar Azmy/Women's Obsession)

Muslim Obsession – Seperti negara-negara lain di dunia, di tahun ini Indonesia menghadapi ujian berat dengan adanya pandemi Covid-19. Berbagai industri bisnis terkena dampak termasuk dunia mode. Apalagi produk fashion tidak termasuk kebutuhan pokok utama dalam kehidupan utama manusia.

Mempertahankan bisnis modest fashion untuk para profesional di masa pandemi dan era new normal sekarang ini bagi seorang Nina Nugroho bukanlah hal yang mudah diatasi. Namun, nalurinya tetap optimis bisnisnya tidak akan tutup.

Nina mengatakan, sepanjang kita tidak pernah lelah untuk terus belajar dalam situasi sesulit apapun pasti akan ada solusinya.

“Kita memang harus senantiasa memperhatikan kebutuhan para pelanggan. Tidak boleh egois dan segera menerima kenyataan situasi telah berubah akibat wabah Covid-19,” kata Nina seperti dikutip dari Women’s Obsession.

Ia menambahkan, kita mesti pintar-pintarlah menyesuaikan diri dan mencari tahu kebutuhan pelanggan.

“Karena prioritas utama sekarang ini adalah kesehatan, kami mempersiapkan beberapa produk pendukungnya. Misalnya, menyediakan masker dan kebetulan busana muslimah indentik dengan lengan panjang dan kaki pun terlindungi. Jadi cocok dengan situasi sekarang ini,” tuturnya.

Bahkan di tengah pandemi, perusahaannya me-launching produk personal care yang berisi handsanitizer, handmoisturazer, dan handsoap, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri.

Mengingat banyak orang sering menggunakan handsanitizer tangan pun jadi kasar, sehingga dia perlu melengkapinya dengan moisturizer dan sabun untuk mencuci tangan. Keperluan ini semua pun disediakan secara lengkap olehnya.

Koleksi yang dikeluarkan oleh desainer yang pernah tampil di New York Fashion Week, Torino Fashion Week maupun Hong Kong Fashion Week ini lebih mengarah ke busana Work from Home (WFH).

“Yaitu pakaian yang nyaman dikenakan di rumah dan enak dilihat dari layar komputer maupun laptop. Prinsip berbusananya memakai kaidah-kaidah seperti ketika tampil di TV. Warna dan motif yang dipakai tidak membuat mata jadi lelah melihatnya, seperti motif penuh garis-garis atau polkadot dihindari. Jadi, lebih ke arah yang simple dan jika ada detail aksesori diletakkan di bagian atas busana, agar terlihat dari sudut pandang virtual,” paparnya.

Selain WFH, muslimah ini juga memiliki kegiatan penting lainnya yaitu mengurus keluarga. Seperti pergi ke supermarket untuk mempersiapkan makanan dan aktivitas lainnya seputar keperluan di rumah.

Sehingga tetap diperlukan busana nyaman berlengan panjang, jilbab, dan masker sesuai kebutuhan sehari-hari. Nina pun menangkap peluang ini dengan mengeluarkan brand baru di tengah pandemi berlabel Esensia. Jadi, brand Nina Nugroho lebih ditujukan pada kebutuhan pakaian bekerja, sementara Esensia by Nina Nugroho untuk keperluan di luar bekerja.

Situasi pandemi pun tak membuatnya patah arang, namun malah memberikan ibu empat anak ini ide untuk merilis varian label baru sesuai kebutuhan terkini.

Dia berterus terang, adanya WFH juga memberikannya banyak waktu untuk membenahi sistem perusahaannya. Termasuk menjaga cash flow dan hanya keperluan penting-penting saja yang dikeluarkan dananya.

“Berbagai rancangan kerja tahun 2020 direvisi ulang sesuai perkembangan situasi yang terjadi. Dari sisi produksi kami sempat berhenti selama dua bulan di Februari dan Maret. Jadi, benar-benar baju yang ada di gudang saja yang kita keluarkan dan dari segi pendapatan pasti menurun drastic,” ungkapnya.

Namun, Nina merasa harus tetap menjaga kedekatan dengan para pelanggannya. Dia pun kemudian terinspirasi membuat acara virtual di Instagram Live berjudul Solusi dan Informasi yang sifatnya benar-benar non-profit oriented.

Sebagai wadah berkomunikasi kepada pelanggan, follower, dan viewers di media sosial. Isi perbincangannya lebih ke informasi maupun solusi yang diperlukan di era sekarang ini. Membuat beberapa program menarik dengan give away untuk pemirsa. Meskipun mereka tidak membeli produk saat itu yang terpenting mereka tidak melupakan keberadaan brand Nina Nugroho.

“Tak disangka dampaknya terasa di bulan April dan Mei trafik penjualannya semakin meningkat ditunjang adanya momen puasa dan lebaran, begitu pun bulan Juni tetap menunjukkan good performance. Kami merasa bersyukur sekali dihadiahi oleh Allah selama empat tahun bisnis berjalan, justru pada tiga bulan tersebut menjadi penjualan terbaik kami selama ini,” ungkap Nina yang kini lebih memfokuskan bisnisnya melalui online store.

Anugerah di masa pandemi ini, tegasnya, menjadi pelajaran berharga bahwa setiap orang memang tidak bisa hanya berdiam diri saat terjadi masalah, tapi harus kreatif beradaptasi dan mengeluarkan terobosan-terobosan baru tepat sasaran.

Oleh karenanya urusan branding menjadi faktor penting baginya dan harus berjalan beriringan dengan bagian marketing dan production. Meskipun bukan karya couture, sentuhan tangan sang desainer tetap ada pada semua koleksi karyanya.

Itulah sebabnya, pelangan pun jadi loyal pada brand ini dan tak heran tingkat repeat customer bisa sampai 70% di setiap bulannya. (Women’s Obsession/Elly S/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here