MUI Setuju Program Kursus Pranikah, Tapi..

458
Cholil Nafis
Cholil Nafis (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung pemerintah yang akan menerapkan kursus pranikah yang disebut-sebut akan dimulai tahun 2020.

Melalui kursus pranikah diharapkan pasangan yang akan menikah memiliki bekal yang cukup.

Bahkan Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis setuju jika program tersebut diterapkan mulai saat ini.

“Jangankan tahun depan, tahun sekarang juga nggak apa-apa. Malah saya setuju dari tahun sekarang, karena memang perlu diberi bekal,” katanya, Ahad (17/11/2019).

Cholil beralasan pernikahan yang dilakukan tanpa bekal cenderung meningkatkan angka perceraian. Di sisi lain pembekalan pranikah, sebutnya, diperlukan karena nasihat perkawinan tidak cukup hanya disampaikan saat akad nikah.

Kendati demikian, Cholil berharap agar kursus pranikah tidak dijadikan syarat seseorang boleh menikah. Ia juga mengingatkan agar kursus pranikah dan sertifikasi itu tidak menghambat orang yang hendak menikah.

“TIdak cukup nasihat perkawinan pada saat akad nikah, maka diperlukan diberi pemahaman. Tapi jangan sampai menghambat dan menunda pernikahan gara-gara ada sertifikasi itu,” tandasnya.

Program pranikah dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Menurutnya, program kursus atau pembekalan pranikah itu akan dimulai tahun depan. Ia tak memerici kapan pastinya program itu diluncurkan.

“Tahun depan, tahun depan itu bisa awal tahun, bisa akhir tahun. Jangan dibayangkan terus tahun depan mesti Januari. Wartawan itu kadang-kadang punya interpretasi sendiri semaunya sih,” ujar Muhadjir kepada wartawan, Sabtu (16/11/2019). (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here