MUI: Para Pendakwah Harus Miliki 3 Syarat Ini

840
Cholil Nafis
Cholil Nafis (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis mengatakan, saat ini MUI sudah mencantumkan tiga syarat bagi para pendakwah yang harus dijalankan dengan baik, jika ingin mendapatkan sertifikat standardisasi.

Tiga syarat tersebut ditetapkan pada tiga butir ketentuan yang disampaikan secara lisan oleh Cholil.

Ia menuturkan, syarat pertama, penceramah diwajibkan berkomitmen pada ideologi Pancasila serta pro terhadap NKRI. Syarat kedua, mengedepankan paham Ahlussunah wal Jamaah.

“Dan yang terakhir, pendakwah jangan bikin onar terus. Dakwahnya harus membangun Ukhuwah Islamiyah,” kata Cholil, seperti dikutip dari Babe, saat menerima para penceramah di kantor MUI Jakarta, Senin (25/11/2019).

Cholil menerangkan, segala keputusan terkait penerbitan standardisasi dai adalah sepenuhnya wewenang MUI dalam mengeluarkannya. Ia juga berharap, setiap penceramah dari organisasi atau mewakili kelompok mana pun dapat ikut berpartisipasi.

“Bagi kita tidak ada yang beda-bedain (pendakwah). Semuanya mau masuk silakan, sebagaimana MUI sebagai tenda besar, payung besar umat Islam di Indonesia dan bergabung di sini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, Masduki Baidlowi, mengatakan selain program standardisasi bagi para dai, pihaknya juga membeberkan program kerja sama yang sudah terjalin lama dengan Komisi Penyiaran Indonesia.

Ia berharap, ke depan para penceramah melek digital karena makin berkembangnya zaman dan teknologi. Merujuk hasil survei yang dikeluarkan berbagai lembaga, terdapat 170 juta masyarakat Indonesia mengakses media sosial melalui ponsel pintar.

Temuan itu kemudian diperkuat dengan fenomena belakangan ini, terkait era post truth atau pasca kebenaran yang memungkinkan setiap orang menyampaikan berbagai pandangan dan opini tanpa disertai fakta.

“Dan ustadz menjadi idola. Generasi ini yang menentukan ke depan. Maka dari itu, buatlah YouTube yang pendek singkat dan bagus, menarik buat mereka. Mereka senang dengan infografis, gambar- gambar menarik. Kita tertinggal dengan kelompok- kelompok lain,” pungkasnya. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here