MUI Dukung Istighotsah dan Dzikir Nasional untuk Tangkal Covid-19

209
Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. Foto istimewa.
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi.

Jakarta, Muslim Obsession – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung diselenggarakan kegiatan Istighotsah dan Dzikir Nasional untuk memohon doa kepada Allah SWT dalam rangka menangkal pandemi wabah virus Corona atau Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia dan seluruh masyarakat dunia.

Usulan menyelenggarakan Istighotsah dan Dzikir Nasional muncul pada saat Raker Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama.

Juru bicara Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyampaikan untuk menanggulangi wabah Covid-19 perlu menghadirkan pendekatan spritual melalui Istghotsah dan Dzikir Nasional dengan mengajak seluruh  masyarakat untuk bermunajat kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia diselamatkan dari ancaman wabah Covid-19.

Hidayat berharap Kementerian Agama menginisiasi kegiatan tersebut dan mengusulkan agar Istighotsah dan Dzikir Nasional langsung dipimpin oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin yang juga sebagai Ketua Umum MUI.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, sebagai umat beragama berdoa menjadi bagian yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia.

“Berdoa merupakan ikhtiar batin untuk memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan, kesabaran dan keselamatan dalam menerima ujian, cobaan, musibah dan marabahaya termasuk wabah pandemi virus Corona,” kata Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima Muslim Obsession, Kamis (9/4/2020).

Zainut yang juga Wakil Menteri Agama RI menjelaskan, dalam kegiatan istighotsah akan diisi dengan bacaan-bacaan kalimat thayyibah, seperti dzikir, shalawat kepada Nabi dan pembacaan doa. Kegiatan tersebut bisa dikaitkan sekaligus dengan acara tarhib menyongsong bulan suci Ramadhan yang sebentar lagi tiba.

“Karena ada kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak aman phisical distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka kami mengusulkan pelaksanaan kegiatan istighosah dan dzikir bersama dilakukan secara online yang disiarkan langsung melalui televisi nasional, sehingga bisa diikuti oleh seluruh rakyat Indonesia dari kediamannnya masing-masing,” tuturnya.

Dzikir dan Doa Dihelat Parmusi

Sebelumnya, kegiatan dzikir dan doa bersama juga dilakukan Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi). Kegiatan yang dihelat Rabu (8/4) itu diikuti para ustadz Parmusi dari seluruh wilayah di Indonesia.

Ketua Umum PP Parmusi H. Usamah Hisyam memberikan catatan seputar kondisi negara dan upaya yang dilakukan Parmusi.

Usamah mengatakan, upaya yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Kendati hampir semuanya tidak ada yang bersifat dimensi ilahiyah. Hampir tidak ada upaya pemerintah untuk menggerakkan masyarakat agar berdzikir dan berdoa memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala supaya Covid-19 segera dihilangkan.

“Pada Mukernas VI, Parmusi memutuskan mengambil inisiasi untuk berdzikir dan berdoa secara nasional. Semoga upaya ilahiyah yang kita lakukan ini dapat juga diikuti dan dilakukan oleh komunitas maupun ormas-ormas Islam lainnya,” ujar Usamah.

Usamah menegaskan, ia tentu berharap Dzikir dan Doa Bersama ini dapat memutus mata rantai Covid-19. Tentunya dengan izin Allah subahanahu wa ta’ala. Namun ini semua adalah upaya. Karena manusia berusaha, Allah jugalah yang menentukan.

“Harapannya kita semua dapat memasuki Ramadhan dengan kondisi yang aman, tenang, dan tentram untuk melaksanakan ibadah,” harapnya. (arh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here