Mudah Dihafal, Doa Penting ini Berisi 4 Permintaan Termasuk Hidup Berkecukupan

247

Muslim Obsession – Baginda Rasulullah ﷺ mengajarkan sebuah doa yang sangat baik untuk diamalkan dan mudah dihafalkan. Di dalamnya terkandung empat permintaan yang menjadi kebutuhan dasar setiap Muslim.

Doa ini terdapat dalam sebuah hadits yang termaktub di Kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa), Bab 250 tentang Keutamaan Doa.

وَعَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُوْلُ: اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى، وَالتُّقَى، وَالعَفَافَ، وَالغِنَى – رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi ﷺ biasa membaca doa: Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaafa wal ghina (Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sifat ‘afaf–terjaga dari yang haram dan menahan diri darinya–, dan sifat ghina–kaya hati, merasa cukup dari apa yang ada pada manusia dan apa yang ada di tangan mereka–,” (HR. Muslim).

BACA JUGA: Doa Pembuka Segala Sesuatu yang Tertutup

Meminta Petunjuk

Melalui doa di atas, kita memohon petunjuk kepada Allah agar selalu berada di jalan kebenaran dalam menghadapi segala takdir yang menimpa, baik takdir baik maupun buruk. Keutamaan meminta petunjuk juga terkait dengan ilmu sekaligus amal karena yang dimaksud Al-Huda juga adalah petunjuk dalam ilmu dan amal.

Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ juga kerap memerintahkan umat muslim agar selalu meminta petunjuk kebenaran pada Allah. Dari Abu Burdah bin Abu Musa, bahwa ‘Ali radhiyallahu ‘anhu berkata, Nabi ﷺ bersabda,

    سَلِ اللهَ تَعَالَى الْهُدَى، وَالسَّدَادَ، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَاذْكُرْ بِالسَّدَادِ تَسْدِيدَكَ السَّهْمَ

“Mintalah kepada Allah hidayah (petunjuk) dan istiqamah di atas kebenaran. Sebutlah al-huda (petunjuk), maka engkau akan mendapatkan hidayah petunjuk. Sebutlah as-sadaad, maka arah panahmu akan lurus sampai tujuan,” (HR. Ahmad, 2:91)

BACA JUGA: Mohonkan Rezeki Berlimpah dan Halal dengan Tiga Doa Ini

Keutamaan Takwa

Maksud takwa yang diminta adalah bimbingan dari Allah agar kita mampu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Takwa diambil dari kata “wiqoyah” yang maknanya melindungi, yaitu maksudnya seseorang bisa mendapatkan perlindungan dari siksa neraka hanya dengan menjalankan setiap perintah dan menjauhi setiap larangan.

Mendapatkan ‘Afaf

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa ’Afaf dan ‘iffah bermakna menjauhkan dan menahan diri dari hal yang tidak diperbolehkan. (Lihat: Syarh Shahih Muslim, 17:41) Keutamaan meminta sifat ‘afaf atau ‘iffah adalah agar kita dijauhkan dari hal-hal yang diharamkan semacam zina.

Berarti doa ini mencakup meminta dijauhkan dari pandangan yang haram, dari bersentuhan yang haram, dari zina dengan kemaluan, dan segala bentuk zina lainnya. Karena yang namanya zina adalah termasuk perbuatan keji.

BACA JUGA: Doa untuk Anak Kecil dari Al-Habib Umar bin Hafidz

Meminta Sifat Al-Ghina

Sementara Al-Ghina adalah hati yang selalu merasa cukup dan tidak butuh pada apa yang ada di sisi manusia. (Lihat: Imam Nawawi rahimahullah, Syarh Shahih Muslim)

Melalui doa ini, kita diajarkan untuk meminta keutamaan sifat Al-Ghina yaitu dicukupkan oleh Allah dari apa yang ada di sisi manusia dengan selalu qanaah, selalu merasa cukup ketika Allah memberinya harta sedikit atau pun banyak. Karena pada hakikatnya, kekayaan sebenarnya adalah hati yang selalu merasa cukup.

Demikianlah doa sederhana yang mudah dihafal, namun memiliki kandungan permohonan yang sangat fundamental dalam kehidupan setiap Muslim. Dengan berdoa, kita sejatinya tengah merendahkan diri dan hati di hadapan Allah Ta’ala yang Maha Tinggi dan Kuasa.

Sebagai manusia, kita tentu tak memiliki daya dan kuasa apapun, sehingga pertolongan Allah Ta’ala mutlak sangat diperlukan agar kita bisa istiqamah dalam menjalan perintah-Nya, takut akan siksa Allah, sekaligus berharap rahmat-Nya.

Wallahu a’lam bish shawab. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here