Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama

662
Menag Lukman beri keterangan pers usai menghadiri Harlah NU ke-92 di Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari Jakarta. (Photo: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebut Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-92 adalah rasa syukur rakyat Indonesia. Menurutnya, di usianya ke-92 NU tetap berada di tengah-tengah umat yang senantiasa menjunjung moderasi dan toleransi dalam pengamalan ajaran Islam.

“NU juga menerapkan tiga ukhuwah, yakni ukhuwah sesama umat Islam, sesama bangsa dan ukhuwah sesama manusia. Itulah yang menjadi DNA NU sehingga Indonesia merasa bersyukur. Karena NU, jati diri dan eksistensi bangsa ini tetap terjaga serta terpelihara hingga saat ini,” ujar Menag usai menghadiri Harlah NU ke 92 di Masjid Raya KH Hasyim Asyari di bilangan Daan Mogot, Jakarta, Rabu (31/1/2018) malam.

Dilansir laman resmi Kemenag, Kamis (1/2/2018), Menag mengingatkan bahwa tantangan NU ke depan semakin tidak sederhana, seiring era globaliasi dan percepatan teknologi informasi. Nilai-nilai yang diajarkan NU, seperti sikap moderat, toleran dan menjujung tinggi persaudaran, harus tetap terpelihara.

“Yang tidak kalah pentingnya, NU senantiasa mencintai Tanah Air. Di manapun Nahdliyyin, kaum santri itu selalu tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai kebangsaan karena cintanya pada Tanah Air yang sedemikian besar. Ini harus dirawat dan dipelihara dengan sebaik-baiknya,” kata Menag.

“Tantangan era global, pasar bebas, dan sosial media yang luar biasa, kalau tidak disikapi dengan arif, akan menggerus kita sebagai sebuah bangsa di tengah kemajemukan. Maka di sini eksistensi NU tetap diharapkan mampu berada ditengah-tengah kita dan menebarkan nilai-nilai yang selama ini diperjuangkan,” sambungnya.

Harlah NU ke-92 mengusung tema Menuju Satu Abad Nadhatul Ulama: Memperkokoh Ukhuwah Wathaniyah untuk Indonesia Sejahtera.  Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dan Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyampaikan sambutan dalam Harlah ke-92 NU tersebut.

Tampak hadir, Staf Presiden Muldoko dan sejumlah menteri kabinet kerja, di antaranya Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudji Astuti, Menteri Desa Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Sosial, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PUPR.

Duta Besar Arab Saudi, Gubernur DKI Jakarta bersama ulama dan tokoh nasional lainnya juga hadir di Harlah NU ke-29 yang digelar di masjid berornamen Betawi dengan lima menara menjulang megah tersebut. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here