Menlu Prancis: Kami Sangat Menghormati Islam

63

Prancis, Muslim Obsession – Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian berada di Mesir pada Ahad (8/11/2020) dengan harapan dapat meredakan ketegangan setelah penerbitan kartun provokatif Nabi Muhammad yang memicu kemarahan di dunia Muslim.

Le Drian bertemu dengan Presiden Abdel-Fattah el-Sissi, Menteri Luar Negeri Sameh Shoukry dan juga akan bertemu dengan Ahmed al-Tayeb, imam besar Al-Azhar, otoritas Muslim tertinggi Mesir.

Pertemuan Le Drian yang sangat dinanti-nantikan dengan Tayeb, ketua Al-Azhar – yang dianggap sebagai lembaga keagamaan terkemuka bagi Muslim Sunni – akan membahas keputusan majalah satir Prancis Charlie Hebdo pada bulan September untuk mencetak ulang kartun tersebut.

Bulan lalu, Tayeb mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang “separatisme Islam” sebagai “rasis” dan menyebarkan “pidato kebencian.”

“Saya telah menekankan, dan menekankan di sini rasa hormat yang mendalam yang kami miliki untuk Islam,” kata menteri Prancis itu dalam konferensi pers dengan Shoukry, dilansir Daily Sabah.

Sikap Macron terhadap Islam, publikasi ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad, dan proyeksi mereka di dinding gedung telah memicu demonstrasi dan seruan untuk boikot produk Perancis di banyak negara Muslim.

Menyusul kampanye boikot produk Prancis yang intens di seluruh dunia Arab dan Muslim, Macron, dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, menurunkan nada bicaranya dan mengatakan bahwa dia memahami sentimen Muslim atas kartun tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here