Menlu Pakistan Tanggapi Cuitan Donald Trump

475
Pakistani Foreign Minister Khawaja Asif during a meeting with Secretary of State Rex Tillerson at the State Department in Washington, Wednesday, Oct. 4, 2017. (AP Photo/Cliff Owen)

Pakistan, Muslim Obsession -Pada 1 Januari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melalui akun Twitternya menulis, “Amerika Serikat dengan bodoh memberikan bantuan lebih dari 33 miliar dolar kepada Pakistan dalam 15 tahun terakhir, dan mereka membalasnya dengan kebohongan, mengira pemimpin kami dungu. Mereka menyediakan tempat aman bagi teroris yang kami buru di Afganistan. (Selanjutnya) tidak lagi.”

Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Pakistan Khawaja Muhammad Asif, mengatakan bahwa sejarah mengajarkan untuk tidak sepenuhnya percaya kepada AS.

Padahal, Pakistan telah membayar banyak kerugian untuk mendukung AS dalam memerangi terorisme.

“Presiden AS menanyakan kepada kita, ‘Kalian sudah melakukan apa?’. ‘Kami sudah membuka pangkalan-pangkalan militer untuk kalian,’ jawab kami. Pasokan senjata dan amunisi pasukan AS di Afganistan disalurkan melalui wilayah kami. Ribuan warga sipil dan tentara kami menjadi korban perang yang telah kalian mulai,” ujar Asif, Kamis (4/1/2018).

Asif menjelaskan bahwa negaranya telah menempuh usaha yang serius dalam melawan terorisme dan mereka terus berupaya membereskan puing-puing reruntuhan yang disebabkan oleh teror dalam 4 tahun terakhir.

“Masa lalu mengajarkan bahwa kita seharusnya tidak mempercayai AS sepenuhnya. Mungkin kalian (AS) tidak puas dengan perjuangan yang telah kami berikan untuk melawan terorisme. Tapi demi harga diri negara, kami tidak akan melakukan tawar-menawar lebih,” tandas Asif. (Iqbal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here