Menko PMK Muhadjir Kenang Saat Jadi Wartawan di APFI

171
Menko PMK, Muhadjir Effendy, saat menyampaikan sambutan dalam acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) di Perpustakaan Nasional, Jumat (2/4/2021) sore.

Jakarta, Muslim Obsession – Tak banyakyang tahu, ternyata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy ternyata pernah menjadi wartawan.

Pengalamannya saat menjadi wartawan di salah satu majalah mingguan di Jawa Timur dikisahkan Muhadjir saat menyampaikan sambutan dalam acara Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) di Perpustakaan Nasional, Jumat (2/4/2021) sore.

“Saya mengalami menjadi wartawan akhir tahun 70-an ketika saya selesai sarjana muda. Untuk masuk ke doktoral (sebutan S1 atau sarjana penuh saat itu, Red.) saya sudah tidak lagi minta biaya dari orang tua. Hidup saya tergantung dengan dunia wartawan,” ungkap Muhadjir.

BACA JUGA: PNS yang Nekat Mudik Akan Dikenakan Sanksi

Pada acara tersebut turut hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menko PMK juga menyerahkan trofi kepada pemenang foto terbaik dalam Anugerah Pewarta Foto Indonesia tahun 2021.

Muhadjir mengatakan, pengalaman sebagai wartawan sangat berharga. Karenanya, dia begitu berterima kasih terhadap dunia jurnalistik yang membantu membangun karakter dirinya saat ini.

“Karena itu saya orang yang harus berterima kasih betul pada dunia wartawan. Karena saya besar dari dunia wartawan dan (dunia wartawan) punya andil besar dalam membentuk diri saya,” katanya.

BACA JUGA: Menko PMK: Indonesia Belum Miliki Ketangguhan Hadapi Bencana

Menko Muhadjir menceritakan, saat menjadi wartawan, sangat banyak tantangan yang dihadapi. Banyak suka dan duka yang dialaminya, seperti mencari berita liputan dan foto yang orisinal, dan mengejar deadline berita.

Dia juga mengungkapkan, salah satu orang yang berjasa dalam karirnya saat itu adalah tukang cetak foto yang sangat membantu kerjanya sebagai wartawan.

“Saya punya pengalaman sangat macam-macam terkait dengan foto berita ini. Suka dukanya banyak, dan kalau boleh saya sebut orang yang paling berjasa adalah tukang afdruk foto (tukang cetak foto) yang memang khusus melayani wartawan,” ungkapnya

“Saya sangat berterima kasih. Di Malang itu ada seorang tukang foto namanya Pak Sarjib. Tinggalnya di sebelah timur Kantor Kabupaten, yang dia itu bisa diketok (diganggu) kapan saja. Jam 2 malam itu juga dia akan buka untuk melayani saya dan teman-teman untuk mencetak foto,” imbuh dia.

BACA JUGA: Oh, Ini Ternyata Alasan Pemerintah Larang Mudik

Muhadjir menerangkan, foto dalam dunia jurnalistik adalah suatu karya yang luar biasa. Sejak zaman dulu foto sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam berita, dan foto bisa menceritakan berbagai hal.

Karenanya, dia berpesan kepada wartawan foto di era kemajuan teknologi dan digitalisasi saat ini untuk terus menjaga orisinalitas karya dan tetap menjaga integritas.

“Ini tantangan betul bagi rekan-rekan wartawan foto adalah semakin majunya teknologi, termasuk untuk taking berita foto,” pesannya.

Mantan Mendikbud ini juga berpesan kepada seluruh wartawan foto untuk terus berkarya dan ikut memajukan bangsa dengan karya.

“Teruslah berkarya untuk kepentingan kemanusiaan. Berkarya untuk memajukan bangsa. Dengan niat ibadah, apapun agamanya InsyaAllah kalau kita niati kerjaan kita sebagai panggilan suci itu insyaAllah akan menjadi ibadah buat kita,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here