Mengenal Istilah Reseller dan Drop shipper

167

Oleh: Dewi Tenty Septi Artiany (Notaris dan Pemerhati Koperasi)

MASA pandemi Covid-19 menimbulkan efek meningkatnya perdagangan melalui media online. Seiring dengan kegiatan ini istilah reseller dan drop shipper pun kini marak dan mudah ditemui khususnya di media sosial.

Sepintas masyarakat melihat kedua istilah itu sama, yaitu sama-sama menggeluti kegiatan usaha menjual barang yang tidak diproduksi sendiri oleh penjual seller. Padahal sebenarnya kedua istilah itu memiliki arti yang berbeda.

Reseller dan drop shipper adalah cara berdagang yang biasa dipakai dalam bisnis online atau online shop.

Drop shipper merupakan suatu metode penjualan yang memungkinkan pelaku usaha ataupun si pemilik barang tidak menyimpan stok barang yang ingin dijual. Ketika ada pembeli yang datang dan memesan barang, drop shipper bisa langsung memesannya ke supplier dan meminta supplier barang untuk mengirimkan barang secara langsung ke konsumen/pemesan.

Berbeda dengan reseller, bisnis reseller mirip dengan sistem bisnis konvensional namun dengan cara menggunakan media online.

Bila pada sistem konvesional kita harus hadir secara fisik untuk keperluan stocking dan hal lainnya, dengan sistem reseller bisa menjalankan ini secara online saja.

Permodalan

Perbedaan antara reseller dan drop shipper di antaranya adalah permodalan. Reseller harus memiliki modal untuk membeli barang sebagai stok dengan jumlah banyak kepada supplier.

Pembelian diharuskan dalam jumlah yang banyak agar harga barang yang diperolehnya kompetitif, sehingga margin atau selisih harga pembelian dengan harga penjualan yang didapat semakin besar.

Sedangkan drop shipper tidak perlu memiliki stok barang, fokus drop shipper adalah mencari konsumen dan saat ada orderan dari konsumen, drop shipper langsung meneruskan orderan dan detail pengiriman kepada supplier.

Selain stok barang, perbedaan drop shipper dan reseller juga terletak pada modal yang dikeluarkan. Seorang reseller harus memiliki modal yang cukup untuk menstok barang. Sedangkan seorang drop shipper cukup bermodalkan pulsa atau kuota internet saja.

Bisa dibilang seorang drop shipper tidak memerlukan modal sama sekali. Namun hal tersebut lagi-lagi bergantung dari tujuan membangun suatu usaha.

Jika hanya ingin mendapatkan penghasilan, maka drop shipper saja sudah cukup. Namun, jika benar-benar ingin membangun bisnis, maka lebih baik memulainya dengan menjadi reseller.

Keuntungan

No pain, no gain berlaku di sini. Seorang reseller memerlukan modal yang lebih dibanding drop shipper. Jadi tidak aneh kalau Dalam hal keuntungan seorang reseller memiliki keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan drop shipper, karena reseller memperoleh harga yang sangat kompetitif melalui pembelian dalam jumlah banyak kepada supplier. Reseller bisa lebih leluasa untuk menjual barangnya dengan selisih yang lebih tinggi. Sehingga margin keuntungan yang diperolehnya semakin besar.

Sedangkan drop shipper akan mendapatkan keuntungan yang jauh lebih sedikit atau standar karena ia tidak bisa mengatur margin penjualan.

Motif seseorang untuk menjadi drop shipper biasanya memang hanya mengisi waktu/freelancer atau ingin mendapatkan uang tambahan saja, bukan ingin menggeluti sebuah bisnis secara serius.

Risiko
Seorang reseller memiliki tingkat risiko kerugian lebih tinggi daripada drop shipper, karena harus menyimpan stok barang. Apabila barangnya tidak laku atau rusak, maka reseller tentunya akan mengalami kerugian.

Sedangkan drop shipper tidak akan mengalami kerugian, karena tidak akan menanggung risiko barang yang tidak laku atau rusak.

Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan tentang perbedaan reseller dan drop shipper.

Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa kelebihan reseller terletak pada keuntungan yang didapat lebih besar, sedangkan drop shipper terhindar dari banyak kerugian karena tidak harus menyediakan stok barang.

Mangga akang/teteh anggota umkmalumni yang mau bergerak dalam bidang reseller atau drop shipper dapat mempertimbangkan untung ruginya dari dua kegiatan tersebut. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here