Mengapa Indonesia tak Berani Hukum Mati Koruptor? Ini Jawaban Jokowi

226
Presiden Jokowi saat menghadiri acara pentas Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jl Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). (Foto: Poy/OMG)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pelaku korupsi dana bencana alam bisa dihukum mati. Meski hingga saat ini belum pernah satupun koruptor yang menjalani hukuman tersebut.

Menurut Jokowi, sampai sekarang belum ada UU yang mengatur hukuman mati bagi pelaku korupsi. Adapun UU Korupsi yang ada tidak memberlakukan ancaman hukuman mati.

Jokowi menghadiri acara pentas Prestasi Tanpa Korupsi di SMKN 57 Jakarta, Jl Taman Margasatwa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Selain dihadiri siswa-siswi SMKN 57, kegiatan itu juga dihadiri siswa-siswi sekolah lainnya sehingga tampak memenuhi aula tempat acara itu dilangsungkan.

Pada kesempatan itu, Jokowi menggelar tanya-jawab dengan peserta Prestasi Tanpa Korupsi. Jokowi ditanya soal pidana mati bagi koruptor dan negara tidak tegas terhadap koruptor.

“Mengapa negara kita mengatasi korupsi tidak terlalu tegas, kenapa nggak berani seperti di negara maju, misalnya dihukum mati, kenapa kita hanya penjara, tidak ada hukuman mati?” ujar Harley di SMKN 57.

Jokowi menjawab, kalau korupsi bencana alam dimungkinkan bisa dihukum mati. “Kalau nggak, tidak. Misalnya ada gempa, tsunami, di Aceh, atau di NTB kita ada anggaran untuk penanggulangan bencana, duit itu dikorupsi, bisa,” ujarnya.

Meski begitu, Jokowi menyebut, sampai saat ini belum ada koruptor yang dihukum mati.

“Tapi sampai sekarang belum ada, di luar bencana belum ada, yang sudah ada saja belum pernah diputuskan hukuman mati, UU ada belum tentu diberi ancaman hukuman mati, di luar itu UU-nya belum ada,” ungkap orang nomor satu di Indonesia ini.

Selain itu, Jokowi juga mengajak para pelajar untuk mencegah korupsi sejak dini. Salah satu caranya, tidak mengambil hak orang lain. Misalnya tidak menggunakan uang kas sekolah untuk kepentingan pribadi.

“Hati-hati, korupsi berawal dari hal-hal kecil,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dia menjelaskan, korupsi itu dapat memicu hancurnya sebuah negara. Selain itu, rakyat bisa melarat bila koruptor merajalela.

“Oleh sebab itu, kita harus biasakan sejak kecil untuk berpikir dan bersifat kritis,” pungkasnya. (Poy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here