Mencintai Karena Allah

137
Suami dan istri berhijab (Foto: Inspira Data)

Oleh: Drs. H. Tb Syamsuri Halim, M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Ketahuilah bahwa mencintai seseorang karena Allah adalah engkau mencintai seseorang lillah (karena Allah) dan fillah (di jalan Allah). Bukan karena perkara dunia. Kalau kita mencintai saudara kita karena perkara dunia, berarti bukan karena Allah.

Cinta karena Allah tidak didasari karena nasab dan hasab. Bukan karena harta bukan karena kedudukan. Bukan karena manfaat yang sifatnya duniawi.

Mencintai seseorang karena Allah adalah karena dia hamba Allah. Dia adalah orang yang beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Inilah arti mencintai karena Allah SWT.

Kita mencintai saudara kita karena dia mencintai Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kita mencintai seseorang karena dia berakhlak dengan akhlak Islam dan  beradab dengan adabnya. Kita mencitainya juga karena dia mengajarkan kebaikan kepada manusia. Kita mencintai karena dia beramar ma’fur nahi munkar.

Balasan Mencintai Karena Allah

Balasan yang diberikan oleh Allah sangat besar. Oleh karena itu merugilah orang yang mencintai bukan karena Allah.

Serta berbahagialah dan beruntunglah orang yang mencintai karena Allah subhanahu wa ta’ala. Kalau cinta dan benci kita bukan karena Allah, mari segera kita ubah. Karena cinta dan benci ini merupakan amalan hati yang sangat penting.

Adapun balasan yang akan didapatkan adalah sebagai berikut:

Pertama, mencintai karena Allah memiliki kemanisan yang dirasa oleh seorang mukmin di hatinya.

Jadi orang yang mencintai seseorang karena Allah SWT akan mendapatkan manisnya iman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيْمَانِ: مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ ِممَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَيُحِبُّهُ إِلاَّ للهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِى الْكُفْرِ بَعْدَ أنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِى النَّارِ

“Ada tiga perkara, yang apabila ketiganya ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan rasa manisnya iman. Yaitu: apabila Allah dan RasulNya lebih ia cintai daripada yang selain keduanya, apabila ia menyintai seseorang, namun ia tidak menyintainya kecuali karena Allah. Dan apabila ia membenci untuk kembali ke dalam kekafiran sesudah Allah menyelamatkannya dari kekafiran itu, seperti halnya ia membenci jika ia dilemparkan ke dalam api,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi kalau ada saudara kita yang rajin shalat, rajin puasa, rajin datang ke kajian, memperlihatkan akhlak dan adab yang mulia, kemudian kita mencintainya, maka kabar gembira. Akan dirasakan manisnya iman.

Kedua, mencintai karena Allah merupakan tali Islam yang paling kuat. Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 إِنَّ أَوْثَقَ عُرَى الْإِيمَانِ: أَنْ تُحِبَّ فِي اللهِ، وَتُبْغِضَ فِي اللهِ

“Sesungguhnya tali Islam yang paling kokoh adalah kau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah subhanahu wa ta’ala,” (HR. Ahmad)

Ketiga, mencinta karena Allah merupakan bukti kesempurnaan iman. Rasulullah bersabda dalam hadits yang shahih dikeluarkan oleh Abu Dawud dan yang lainnya:

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ، وَأَبْغَضَ لِلَّهِ، وَأَعْطَى لِلَّهِ، وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

“Barangsiapa mencintai orang lain karena Allah, membenci orang lain karena Allah, ia memberi kepada orang lain karena Allah dan tidak memberi juga karena Allah, maka sungguh imannya telah sempurna,” (HR. Abu Dawud).

Wallahu a’lam bish shawab.

1 KOMENTAR

  1. […] Sumber : muslimobsession.com Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin. […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here