Membaca Berita Kematian Dokter, Buya Syafi’i Maarif: Batin Saya Menjerit

102
Buya Syafii Maarif

Jakarta, Muslim Obsession – Mantan Ketua PP Muhammadiyah Ahmad Syafi’i Maarif turut prihatin dan sedih dengan adanya wabah virus corona di Indonesia yang tak kunjung berakhir. Ia pun mengirimkan pesan khusus kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi) terkait hal itu.

Dalam pesan tersebut, tokoh Muslim yang sering disapa Buya Maarif itu mengaku batinnya menjerit dan terguncang melihat berita tentang banyaknya kematian para dokter.

“Yang Mulia, Presiden Republik Indonesia. Sebagai salah seorang yang tertua di negeri ini, batin saya menjerit dan goncang membaca berita kematian para dokter yang sudah berada pada angka 115 pagi ini plus tenaga medis yang juga wafat dalam jumlah besar pula,” tulis Buya Maarif mengawali pesannya kepada Jokowi, Ahad (13/9/2020).

Buya Maarif pun meminta Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan untuk menolong para dokter yang banyak berguguran di tengah pandemi Covid-19. Karena, apabila hal tersebut terus-menerus terjadi, maka bangsa ini bisa oleng.

“Pak Presiden, mohon diperintahkan kepada Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk berupaya semaksimal mungkin menolong nyawa para dokter ini,” kata dia.

“Jika begini terus, bangsa ini bisa oleng karena kematian para dokter saban hari dalam tugas kemanusiaannya di garis paling depan. Terima kasih Pak Presiden,” tulisnya.

Diketahui Buya Maarif mengirimkan surat ke Jokowi pada hari ini, pukul 7.10 WIB. Pesan tersebut pun telah dikirimkan ke Presiden Jokowi melalui pembantu dekatnya.

Adapun pesan tersebut juga dibagikan di akun Twitter yang dikelola para penggemar Buya Maarif, @SerambiBuya.

Sebelumnya, keresahan Buya Maarif tersebut juga pernah disampaikannya dalam sebuah acara.

“Apakah memang harus begitu? Atau memang kita kurang mempersiapkan dengan alat pelindung diri (APD)?” ujar Maarif dalam acara doa bersama Bersama dan Hening Cipta untuk Keselamatan Dokter Indonesia secara daring, Rabu (2/9/2020) malam.

Oleh karena itu, ia meminta agar kondisi para dokter dan tenaga medis di negara lain pun dilihat di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Jika di negara lain tak banyak tenaga medis yang gugur, menurut dia, ini ada yang salah di Indonesia sehingga perlu diperbaiki.

“Mungkin dilihat negara lain. Kalau negara lain juga begitu, berarti memang ini dilema, tidak perlu kita menyesali,” kata dia.

“Tapi kalau negara lain tenaga dokternya yang meninggal tidak banyak dan kita banyak, berarti itu ada yang salah pada kita. Ada sesuatu keliru yang harus diperbaiki,” ucap Buya Maarif. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here