Memaknai Hari Sumpah Pemuda di Tengah Pandemi

106

Oleh: Dr. Muslich Taman (Pendidik)

Bersatu dan saling menguatkan. Itulah di antara semangat dan jiwa berbangsa yang penting untuk terus ditularkan dan diteladankan. Terkhusus, di momentum peringatan hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun ini.

Di tengah pandemi, semua anak bangsa harus tetap bersatu dan banyak berbuat, daripada berbual. Saling menyemangati, daripada menggembosi. Dan saling mencintai, daripada saling membenci.

Covid-19 yang telah berbulan-bulan menyerang seluruh sendi kehidupan, tidak boleh melemahkan pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi, melunturkan spirit dan amal beragama. Jangan sampai terjadi!

Seluruh rakyat Indonesia. Di seluruh pelosok, yang masih cinta pada sesama saudara sebangsanya, dan yang masih bangga dengan Ibu Pertiwinya, ayo saling bergandengan tangan. Tunjukkan simpati dan empati. Terus bangkit dan tularkan semangat pantang menyerah. Tebarkan kebaikan dan manfaat. Jangan patah karena cacian, dan jangan sombong karena pujian.

Terkhusus, bagi yang berjiwa dan bersemangat muda. Meski mungkin usia sudah senja. Mari, singsingkan lengan, satukan langkah, dan kuatkan tekad, untuk terus menyongsong kejayaan. Berperanlah pada posisi dan kemampuan masing-masing, berbakti untuk negeri. Mengabdi untuk kemanusiaan.

Jadilah bagian dari ‘bangsa besar’ yang terus optimis. Bagian dari ‘bangsa kuat’ yang terus bersemangat. Bagian dari ‘bangsa kaya’ yang terus berkarya. Bagian dari bangsa religius yang selalu taat dan yakin bahwa tantangan pasti dapat diatasi. Kesulitan dapat dilalui. Ujian sanggup dihadapi. Dan, keadilan serta kesejahteraan akan mampu dinikmati. Meski, hari ini ada sejuta terpaan dan ujian menghadang.

Mari…nyalakan lilin, hamparkan jalan, angkat kedua tangan, panjangkan tarikan napas, dan buka dada yang lapang. Jangan pernah cuti jadi pencerah dan penyemangat. Terus jadi ahli kebaikan dan manfaat. Pemberi harapan dan solusi.

Songsong Indonesia Raya berkemajuan. Indonesia Jaya berkeadaban. Persempit perbedaan, perluas persatuan. Perkokoh persaudaraan, buang permusuhan. Damailah Indonesiaku. Indonesia kita bersama. Indonesia yang ber-Pancasila. Dan, Indonesia berketuhanan yang Maha Esa.

Allah mengingatkan, “Berpegang teguhlah kalian semuanya pada tali (agama) Allah dan janganlah bercerai-berai. Dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika kalian dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati kalian, sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kalian berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kalian dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kalian agar kalian mendapat petunjuk,” (QS. Ali ‘Imran [3]: 103).

Bogor, 28 Oktober 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here