Media Asing Kerap Tak Adil Beritakan Atlet Muslimah Berhijab

446
Doaa Elghobashy (Foto: Globo Esporte)

Jakarta, Muslim Obsession – Seorang peneliti bernama Nida Ahmad menemukan studi baru tentang adanya ketidakadilan terhadap atlet Muslimah berhijab pada peliputan media.

Penelitiannya pada 20 atlet Muslimah menunjukkan bahwa mereka mewakili diri mereka sendiri di media sosial dalam cahaya yang lebih akurat, daripada sorotan media massa.

“Penelitian saya tentang kehidupan digital para olahragawati Muslim mengungkapkan cara mereka mengambil representasi di tangan mereka sendiri. Dengan demikian, hal ini menantang penggambaran dominan wanita Muslim di media massa,” kata Nida.

Menurutnya, media seringkali luput memberitakan keberhasilan para atlet Muslimah berhijab. “Entah jilbab yang menjadi fokus mereka (media) atau cenderung menjadi homogenisasi atlet wanita Muslim,” sambung Nida seperti dilansir Stuff, Jumat (7/9/2018).

Di sisi lain dia membenarkan bahwa tidak semua atlet Muslimah mengenakan hijab. Baginya hal itu adalah keputusan masing-masing.

“Contohnya, Dalilah Muhammad dari Amerika Serikat. Pemenang lomba lari 400m wanita di atletik internasional IAAF Diamond League bulan lalu itu ialah seorang Muslim. Namun, latar belakang Muslimnya sering tidak diperhatikan karena dia tidak mengenakan hijab,” tuturnya.

“Wacana media semacam ini dapat terus memperkuat representasi pemahaman yang problematik dan terbatas, dari kehidupan para wanita Muslim di dunia saat ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Nida Ahmad adalah seorang mahasiswa PHD di Waikato University di Fakultas Kesehatan, Olahraga, dan Kinerja Manusia di Universitas Waikato. Dia juga berada di dewan eksekutif Muslim Women in Sport Network, yang diluncurkan pada 2018. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here