Masya Allah! Meski Dibelah Tsunami, Masjid Jami Pantoloan Tetap Utuh

830
Masjid Jami Pantoloan (Foto: ACT)

Donggala, Muslim Obsession – Kontras mengundang takzim kepada Ilahi, kesan yang ditinggalkan Masjid Jamik Pantoloan yang kini masih berdiri gagah di antara tumpukan puing dan lumpur kering.

Masjid ini menjadi salah satu bangunan yang tersisa utuh di Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kabupaten Donggala.

Muhammad Alif Firmansyah (18), Sang Muazin Masjid Jami Pantoloan, mengisahkan detik-detik gempa dan tsunami menghantam pemukiman di sekeliling masjid tersebut. Kejadian yang hingga kini ia resapi, bagaimana kuasa Allah terlihat nyata.

Kala itu senja hampir menutup, jamaah mulai berdatangan. Barisan sandal jepit juga beberapa sepatu mulai ditata di halaman depan masjid. Ada yang sedang memulai wudhunya, ada yang khusyuk berbaris di shaf-shaf mendengar adzan Magrib selesai dituntaskan.

Tapi, di momen itu, semua jamaah masjid masih ingat bencana kecil yang terjadi beberapa jam sebelumnya, kala adzan Ashar berkumandang. Rasa takut masih menghantui mereka, mengingat gempa pertama mengguncang cukup kuat.

Sembari perlahan mencoba melupakan gempa pertama, Adzan Maghrib tetap bersuara lantang. Sampai akhirnya, pelantam suara Masjid Jami Pantoloan mengumandangkan kalimat “Hayya ‘alash sholah”. Suara tetap lantang meski sempat berjeda semenit dua menit.

Pasalnya, kala itu guncangan gempa susulan kembali datang dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Semua jamaah berhamburan keluar. Namun tidak dengan Sang Muazin. Ia tetap menggenggam mikrofonnya melanjutkan adzan yang terputus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here