Masjid Istiqlal Akan Buka Pengkaderan Ulama Perempuan

130
Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. (Foto: bonepost)

Jakarta, Muslim Obsession – Masjid Istiqlal berencana membuka pengkaderan ulama khusus untuk perempuan. Demikian dikemukakan Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Nasaruddin Umar dalam sambutannya pada malam peringatan Milad Masjid Istiqlal secara daring, Senin (22/2/2021).

Kiai Nasaruddin menegaskan bahwa sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal akan mengarusutamakan bertumbuhnya ulama perempuan yang mengkaji Al-Quran dan Hadits.

“Kita buka pengkaderan ulama perempuan. Mungkin ini pertama di dunia. Ulama perempuan akan mengkaji Al Quran dan Hadits dalam perspektif kesetaraan gender,” ungkapnya.

Mantan Wakil Menteri Agama 2011-2014 ini mengatakan, saat ini umat Islam menunggu semakin tumbuhnya kajian gender dari perspektif ulama perempuan melalui pendekatan Al-Quran dan Hadits.

Pasalnya, kajian gender melalui pendekatan Islam lebih banyak dilakukan oleh kalangan laki-laki alih-alih oleh perempuan. Dengan begitu, perspektif kajian cenderung bersifat sudut pandang maskulin.

“Nanti kita lihat hasilnya jika perempuan mengkaji Al-Quran dan Hadits. Saat ini yang dominan menjadi pemimpin umat, ulama, penulis, kapasitasnya adalah laki-laki,” ujarnya.

Ia menandaskan, sebagai sama-sama khalifah di muka bumi, laki-laki dan perempuan harus memiliki kesempatan yang setara dalam pengelolaan alam semesta. Tidak boleh pengelolaan menjadi over maskulin, tidak boleh over feminin.

“Keseimbangan maskulin dan feminin sangat kita perlukan,” katanya.

Langkah yang akan dilakukan Masjid Istiqlal ini disambut positif Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Huzaemah T Yanggo.

Menyadari bahwa jumlah ulama perempuan di Indonesia masih kurang, mengutip Republika, Selasa (23/2/2021), ia mengapresiasi Masjid Istiqlal yang akan mengkader dan melahirkan ulama-ulama perempuan pengkaji Al-Quran dan hadits.

“Bagus. Agar perempuan juga mengerti isi Al-Quran dan hadits, jangan yang laki-laki saja (yang mengerti), biar tahu juga dia (perempuan) hak dan kewajibannya,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here