Masjid Diserang Berkali-kali, Muslim Jerman Serukan Solidaritas

907
Masjid Sehitlik yang dikelola oleh Turkish-Islamic Union for Religious Affairs (DITIB) Jerman (Photo: Viva)

Jerman, Muslim Obsession – Tiga asosiasi Muslim besar di Jerman menuntut agar politisi dan media lebih memperhatikan serangan-serangan terhadap masjid. Mereka mengatakan, serentetan serangan pembakaran baru-baru ini merupakan serangan terhadap masyarakat luas.

Pekan lalu, pelaku yang tidak dikenal melemparkan bom molotov ke sebuah masjid di negara bagian barat Baden-Württemberg, Jerman, sebagaimana dilansir Deutsche Welle, Jumat (16/3/2018).

Salah satu masjid yang diserang di Jerman

Mereka bergabung dalam aksi solidaritas pada Kamis (15/3/2018) waktu setempat, untuk menyerukan solidaritas lebih banyak dari politisi, media dan masyarakat Jerman pada umumnya. Dalam menghadapi serentetan serangan baru-baru ini terhadap masjid-masjid di negara tersebut.

Pemimpin Dewan Pusat Muslim di Jerman (ZMD), organisasi Muslim Turki DITIB, dan Dewan Islam juga mengecam upaya media untuk menggambarkan ancaman dari kelompok teror asing karena adanya konflik luar negeri yang tidak relevan dengan masyarakat Jerman.

“Orang-orang Muslim telah menjadi ancaman konstan oleh ekstremis kanan, jauh selama beberapa dekade,” bunyi salah satu poster yang mereka bawa. Mereka juga menyatakan situasi berbahaya ini semakin meningkat oleh kelompok teroris asing.

Menanggapi serangan itu, Ketua ZMD, Aiman ​​Mazyek sangat emosional saat konferensi pers, Kamis (15/3/2018) di Berlin.

“Setiap serangan terhadap gereja, sinagoga, atau masjid adalah serangan terhadap demokrasi kita, di negara kita,” katanya.

“Ketika masjid-masjid di negara kita terbakar, maka negara kita ikut terbakar. Kita harus tetap bersatu sebagai masyarakat. Jika masjid terbakar, kita tidak bisa menjalani rutinitas sehari-hari,” imbuhnya.

Mazyek juga keberatan dengan pola pikir media Jerman. Mereka mencoba untuk menekankan fakta bahwa penyerang dicurigai sebagai keturunan Kurdi.

“Masjid adalah milik Jerman, yang dihadiri oleh orang-orang dari berbagai etnis,” katanya.

“Rumah Tuhan, apa pun jenisnya, perlu dilindungi, terlepas dari siapa penyerangnya. Apakah itu ekstremis kanan atau ekstremis Muslim, nasionalis Turki atau nasionalis Kurdi,” tambahnya.

Jumlah serangan terhadap masjid dan umat Islam di Jerman telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Statistik polisi federal untuk kejahatan bermotif politik, mencatat sekitar 73 serangan terhadap masjid di tahun 2017 (dari total 950 kejahatan Islamophobia). Namun organisasi Muslim telah menghitung selama 27 tahun terakhir.

Sebagai perbandingan, statistik resmi hanya menghitung 23 serangan terhadap masjid di seluruh wilayah Jerman tahun 2010. Organisasi tersebut menambahkan bahwa jumlah serangan yang sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Karena, banyak masjid hanya melaporkan kejadian kepada polisi jika hal itu terjadi berulang-ulang.

Tiga serangan terhadap masjid dilaporkan terjadi di Jerman akhir pekan lalu. Dalam satu kejadian, tiga pemuda terlihat melemparkan bom molotov melalui jendela sebuah masjid pada Ahad pagi di distrik Reinickendorf, Berlin. Serangan di Baden-Württemberg juga dilakukan dengan alat peledak. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here