Marie Thomas, Dokter Wanita Indonesia Pertama jadi Sosok Google Doodle Hari Ini

116

Muslim Obsession – Marie Thomas yang lahir pada 17 Februari 1896 dan wafat pada 10 Oktober 1966 adalah wanita Indonesia pertama yang menjadi dokter.

Hari ini, Rabu (17/2/2021) atau tepat pada hari kelahirannya, Marie Thomas menjadi sosok Google Doodle.

Diketahui, Ia memperoleh gelar diploma dari Sekolah Pelatihan Dokter Asli (STOVIA atau School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1922.

Ia melanjutkan ke spesialis dalam kebidanan dan ginekologi dan dianggap sebagai dokter Indonesia pertama yang mengkhususkan diri di bidang ini. Ia juga mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi.

Baca Juga: Liyana Siddique, Bocah Muslim Pemenang Lomba Google Doodle 

Marie Thomas lahir pada tanggal 17 Februari 1896 di Likupang, yang terletak di wilayah Minahasa Sulawesi Utara. Orangtuanya adalah Adriaan Thomas dan Nicolina Maramis.

Ayahnya berkarier di militer, yang mengharuskan keluarganya terus berpindah-pindah ke berbagai lokasi di Indonesia. Namun, hal ini memungkinkan Thomas untuk bersekolah di berbagai sekolah dari Sulawesi hingga Jawa.

STOVIA pada awalnya tidak menerima wanita, tetapi kebijakan berubah sebagian karena upaya Aletta Jacobs (dokter wanita pertama di Belanda). Ketika Jacobs mengunjungi Indonesia (atau Hindia Belanda pada saat itu) pada tahun 1911, dia menekankan masalah tersebut dengan Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg.

Setelah perempuan diizinkan untuk mendaftar, ada rintangan lebih lanjut di mana mereka tidak dapat dipekerjakan oleh Layanan Medis Sipil (Burgerlijke geneeskundige dienst) dan oleh karena itu harus membiayai studi mereka di STOVIA.

Dalam hal ini, saudara perempuan Aletta, Charlotte Jacobs (perempuan pertama yang memperoleh gelar di bidang farmakologi di Belanda), yang membantu mendirikan yayasan untuk mengumpulkan dana bagi para siswi yang belajar di STOVIA.

Yayasan ini didirikan pada 1 September 1912 dengan bantuan Marie van Zeggelen dan Elisabeth van Deventer. Yayasan yang mereka bentuk adalah Society to Form a Study Fund for Training Female Native Doctors (SOVIA atau Vereeniging tot Vorming van een Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen).

Thomas masuk STOVIA pada September 1912 dan didukung oleh yayasan SOVIA. Pada saat pendaftarannya, Maria adalah satu-satunya siswa perempuan di antara sekitar 200 siswa laki-laki. Baru dua tahun kemudian sekolah tersebut menerima seorang siswi kedua bernama Anna Warouw yang juga berasal dari daerah Minahasa.

Marie Thomas menyelesaikan studinya di STOVIA pada tahun 1922 dan diakui sebagai lulusan wanita pertama STOVIA. Dia kemudian memulai praktik medisnya di rumah sakit utama di Batavia (sekarang Jakarta) bernama Centrale Burgerlijke Ziekeninrichting (CBZ) (sekarang Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo).

Dia kemudian bekerja di Medan, Manado, dan kembali ke Batavia di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, sebuah rumah sakit yang didirikan oleh yayasan SOVIA. Thomas pada satu titik menjadi asisten Nicolaas Boerma, seorang dokter Belanda yang mengkhususkan diri dalam kebidanan. Dia adalah salah satu dokter pertama yang menangani alat kontrasepsi dan alat kontrasepsi dalam rahim.

Dikutip dari Wikipedia, Thomas menikah dengan Mohammad Joesoef yang juga seorang dokter pada 16 Maret 1929. Mereka kemudian pindah ke Padang di Sumatera Barat tempat asal Mohammad. Di Padang, dia mengambil posisi di Pelayanan Kesehatan Masyarakat (DVG atau Dienst der Volksgezondheid).

Mereka kembali ke Batavia setelah beberapa tahun di Padang. Di Batavia, Thomas terlibat dengan Partai Persatuan Minahasa (Persatuan Minahasa) yang anggotanya termasuk Sam Ratulangi.

Thomas dan suaminya akhirnya kembali ke Sumatera Barat, kali ini menetap di Fort de Kock (sekarang Bukittinggi). Pada tahun 1950, ia mendirikan sekolah kebidanan di Bukittinggi, yang pertama di Sumatera dan yang kedua di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here