Mari Memperbaiki, Selagi Masih Ada Waktu

196

Oleh: Drs. H. Tb. Syamsuri Halim M.Ag (Pimpinan Majelis Dzikir Tb. Ibnu Halim dan Dosen Fakultas Muamalat STAI Azziyadah Klender)

Menurut Imam Al-Ghazali, salah satu yang membuat besar nilai dosa adalah sikap tidak menghargai anugerah Allah yang telah menutupi aib-aibnya, yang menangguhkan siksa-Nya.

Orang seperti ini tidak menyadari bahwa sesungguhnya ia diberi tangguh (tempo) agar dosanya makin bertambah dan murka Allah akan semakin besar padanya, jika ia tidak bersegera untuk bertaubat.

Lebih parah lagi, ia malah menganggap  kesempatan yang diperolehnya untuk melakukan maksiat itu sebagai tanda bahwa Allah memerhatikan dirinya, sehingga ia pun merasa aman dari makar-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Setiap umatku akan mendapat ampunan, kecuali Mujahirin (orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa). Dan yang termasuk terang-terangan berbuat dosa adalah seseorang berbuat (dosa) pada malam hari, kemudian pada pagi hari dia menceritakannya, padahal Allah telah menutupi perbuatannya tersebut, yang mana dia berkata, ‘Hai Fulan, tadi malam aku telah berbuat begini dan begitu.’ Sebenarnya pada malam hari Rabb-nya telah menutupi perbuatannya itu, tetapi pada pagi harinya dia menyingkap perbuatannya sendiri yang telah ditutupi oleh Allah tersebut,” (HR Bukhari & Muslim)

Disarikan dari Imam Hujjatul Islam Al-Ghazali Rohimahullah dalam Minhajul Abidin.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here