Manfaat dan Keutamaan Puasa Bulan Sya’ban

436

Jakarta, Muslim Obsession – Sebelum memasuki Rhamadan, di bulan Sya’ban ini dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah beberapa kali melakukan puasa Sya’ban melebihi ibadah sunah yang lain.

عَنْ عَائِشَةَ، زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهَا قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لاَ يَصُومُ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلاَّ رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

Artinya: Seperti dinarasikan Aisyah, “Rasulullah SAW sempat puasa beberapa hari hingga kami berpikir dia akan terus melakukannya. Kemudian, Rasulullah SAW tidak puasa selama beberapa hari dan kami mengira dia tidak akan puasa lagi. Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW menyelesaikan puasa hingga satu bulan kecuali saat Ramadhan, dan aku tidak pernah melihatnya berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban.” (HR Abu Daud).

Puasa sunah di bulan Sya’ban memang memiliki banyak manfaat dan keutamaan. Sehingga dianjurkan bagi umat Islam yang mampu untuk bisa menjalankan puasa sunah ini, sesuai dengan anjuran Nabi.

Berikut manfaat dan keutamaan puasa sunah di bulan Sya’ban.

1. Puasa sunah di bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk diangkat amalan baiknya. Hal ini sesuai dengam hadits Nabi.

قَالَ حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ، قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنَ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ ‏.‏ قَالَ ‏ “‏ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ ‏”

Artinya: Usamah bin Zaid berkata. “Ya Rasulullah SAW, aku tidak pernah melihatmu berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban.” Rasulullah SAW berkata, “Ini adalah bulan yang tidak banyak diperhatikan orang-orang antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan saat berbagai amalan diangkat kepada Allah SWT. Aku suka amalanku diangkat saat sedang berpuasa.” (HR Imam An-Nasa’i).

Hadits ini berderajat hasan dan menjadi pengingat pentingnya Puasa Sya’ban bagi para muslim.

2. Pemanasan menjelang Ramadhan
Datangnya Sya’ban menjadi pengingat Ramadhan yang sudah makin dekat.

Puasa Sya’ban bisa menjadi ajang pemanasan supaya tubuh tidak ‘kaget’ saat harus puasa satu bulan. Manfaat lainnya adalah mengingatkan yang masih punya kewajiban beribadah supaya cepat diselesaikan.

الَ سَمِعْتُ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ تَقُولُ كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ‏.‏ قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِيِّ أَوْ بِالنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم

Artinya: Aisyah mengatakan, “Kadang aku melewatkan beberapa hari selama Ramadhan, tapi tidak bisa menggantinya kecuali di bulan Sya’ban. Yahya perawi lain mengatakan, “Dia dulu harus melayani kebutuhan Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

3. Berharap ridha Allah SWT

Dalam haditsnya, Rasulullah SAW menjelaskan Allah SWT tidak segan memberi ridho hambaNya yang selalu beribadah dan melakukan amal baik. Apalagi jika ibadah tersebut dilakukan rutin.

أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ حَدَّثَتْهُ قَالَتْ، لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، وَكَانَ يَقُولُ ‏ “‏ خُذُوا مِنَ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مَا دُووِمَ عَلَيْهِ، وَإِنْ قَلَّتْ ‏”‏ وَكَانَ إِذَا صَلَّى صَلاَةً دَاوَمَ عَلَيْهَا

Artinya: Seperti diceritakan Aisha, Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sebanyak di bulan Sya’ban. Rasulullah SAW biasa berkata, “Lakukan amal yang mudah dilaksanakan, karena Allah SWT tidak pernah lelah memberikan balasan hingga kamu capek dan bosan beribadah.” Ibadah yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah yang dilakukan rutin sepanjang hidup meski sedikit. Tiap kali Rasulullah SAW beribadah dia melakukannya dengan rutin.

Terkait pandemi virus corona saat ini, Puasa Sya’ban bisa menjadi sarana agar bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah. Di mana umat manusia kini tengah membutuhkan perlindungan dan pertolongan dari Allah. (Albar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here