Malaysia Bersiap Terapkan Lockdown untuk Kedua Kalinya

134
Ilustrasi.

Kuala Lumpur, Muslim Obsession – Malaysia tengah bersiap untuk kembali menerapkan lockdown. Pasalnya, kasus corona di negara itu masih terus mengalami kenaikan tajam. Kasus ini masih diliat perkembanganya selama beberapa hari ke depan.

“Jika mencapai tiga digit, kami tidak punya pilihan lain selain memperkenalkan kembali MCO [move to enforce recovery]. Kita lihat nanti,” kata Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob, seperti dilansir dari The Strait Times, Senin (27/7/2020).

Pada Sabtu (25/7/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Malaysia dilaporkan sebanyak 23 kasus. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Jumat (24/7/2020) yakni sebanyak 21 kasus.

Padahal, Kementerian Pertahanan pada 1 Juli dengan bangga menyatakan bahwa Malaysia tidak ditemukan kasus positif Covid-19 transmisi lokal dan hanya menemukan satu kasus dari luar.

“Saya mengerti jika MCO ditegakkan kembali akan membuat semua pihak menjadi sulit, termasuk kita yang ingin bekerja dan sebagainya. Tetapi langkah ini harus diambil,” kata Ismail.

Terakhir kali Malaysia melaporkan kasus positif Covid-19 di atas 100 adalah pada 4 Juni. Ketika itu, otoritas malaysia melaporkan 277 kasus.

Sementara itu, total jumlah kasus positif Covid-19 di Malaysia mencapai 8.884 kasus dengan angka kematian 123 orang.

Ismail menambahkan salah satu alasan utama melonjaknya kasus positif Covid-19 di Malaysia adalah karena masyarakat mulai abai.

“Ini karena publik sudah lupa apa yang perlu dilakukan ketika kita meringankan prosedur operasi standar. Sehingga jumlah kasus meningkat lagi,” kata Ismail.

Malaysia pertama kali menerapkan MCO pada 18 Maret. Mereka mengkarantina sebagian besar wilayahnya selama lebih dari tiga bulan untuk menekan penyebaran virus corona.

Selama MCO berlangsung, kebanyakan orang hanya diizinkan meninggalkan rumah jika hendak membeli bahan makanan atau obat-obatan.

Selama fase itu pula otoritas Malaysia hanya mengizinkan pekerjaan penting seperti pekerja rumah sakit dan karyawan supermarket untuk meninggalkan rumah mereka setiap hari.

Pada 4 Mei, beberapa bisnis diizinkan untuk dibuka kembali melalui apa yang Malaysia sebut sebagai MCO bersyarat. Sejak saat itu kasus-kasus baru mulai naik lagi.

Mulai 10 Juni, di bawah MCO pemulihan, hampir semua sektor sosial seperti pendidikan, agama, bisnis, dan ekonomi diizinkan untuk melanjutkan operasinya secara bertahap. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here