Larang Pengeras Suara, Ghana Imbau Panggilan Shalat Lewat WhatsApp 

441
Masjid Nasional Ghana (Photo: Progrrs)

Ghana, Muslim Obsession – Pihak berwenang di ibu kota Ghana, Accra, melarang panggilan shalat lima waktu atau adzan melalui pengeras suara, karena dianggap sebagai sumber kebisingan.

Sebagai alternatifnya, mereka menyarankan umat Muslim untuk menyiarkan panggilan shalat melalui pesan singkat atau WhatsApp. Sementara itu, Menteri Lingkungan Ghana, Kwabena Frimpong-Boateng, meyakini larangan ini akan mencegah polusi suara di ibu kota.

“Hal ini mungkin kontroversial, tetapi bisa menjadi salah satu upaya yang bisa kita pikirkan,” katanya sebagaimana dilansir Progrrs, Senin (21/5/2018).

Namun, bagi komunitas Muslim di Accra, larangan adzan menggunakan pengeras suara bukanlah ide bagus. Bagi banyak Muslim, menyiarkan panggilan untuk shalat melalui WhatsApp, tidak dapat menggantikan panggilan yang disiarkan melalui megafon di seluruh kota.

Jumlah Muslim mewakili lebih dari 17% populasi di Ghana. Menurut mereka, di zaman modern, panggilan adzan lebih efektif menggunakan megafon, untuk menjangkau lebih luas komunitas Muslim. Jika adzan disiarkan melalui media sosial, menurut mereka ini akan sulit bagi Muslim yang tidak paham teknologi.

“Tidak semua orang ada di media sosial, dan tidak semua orang paham,” kata Kevin Pratt, salah satu penduduk Muslim di Accra.

Umat Muslim lainnya juga berpendapat senada. Mereka mengatakan panggilan shalat untuk umat Muslim, seharusnya mencapai jarak sejauh mungkin.

“Meskipun masjid dianggap paling menyebabkan polusi suara. Lalu bagaimana kebisingan yang dihasilkan oleh gereja, yang juga dianggap sebagai penyebab kebisingan yang berlebihan,” protesnya. (Vina)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here