Lahirnya Dinasti Ayyubiyah

887
Shalahuddin Al Ayyubi (Foto: Hidayatullah.com)

Muslim Obsession – Setelah merampungkan semua pembangunan kekuatan politik dan militer di Mesir, kuda-kuda kekuasaannya sudah kokoh. Khalifah Fatimiyah wafat, menyusul tiga tahun kemudian Khalifah Abbasiyah juga wafat. Ini momen yang tepat untuk memproklamasikan lahirnya Dinasti Ayyubiyah.

Pasukan yang dipimpin oleh Syirkuh berangkat pada 15 April 1154, dan tiba di Belbeis, daerah kekuasaan dinasti Fatimiyah pada 24 April. Jarak yang ditempuh oleh pasukan ini mencapai 830 Km, yang berarti setiap hari mereka telah mengunggang kuda sejauh kira-kira 100 Km/hari. Sebuah ujian ketangguhan yang cukup menantang bagi sebuah pasukan yang akan meraih kemenangan besar di Mesir.

Baca Juga: 

Perjalanan Shalahuddin Al-Ayyubi

Hanya dalam waktu singkat Belbeis dapat ditaklukkan, dan empat hari kemudian, Kairo sudah berada di bawah kendali pasukan Syirkuh. Tidak ada informasi yang jelas tentang peran strategis Shalahuddin dalam ekspedisi pertamanya ini, selain ia menjadi orang kepercayaan Pamannya.

Setelah berhasil menguasai Mesir, tiba-tiba hal yang tidak diinginkan terjadi. Syawar menginginkan kekuasaan untuk dirinya sendiri dan menyuruh Syirkuh untuk angkat kaki dari Mesir segera. Atas keinginan Syawar ini, Syirkuh menolak, dan bersikeras tinggal di Mesir, dan menguasai wilayah tersebut.

Adapun sultan Fatimiyah yang saat itu masih berusia 13 tahun, tidak berdaya menghadapi situasi konflik yang terjadi di istananya. Merasa tidak memiliki kemampuan menghadapi pasukan Syirkuh, sang Wazir akhirnya bertolak ke Eropa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here