Kunjungi Kesultanan Kukar, Ketua DPD RI Bicara Soal Kongres Raja Nusantara

180
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti melakukan kunjungan kerja ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kalimantan Timur, Senin (5/4/2021). (Foto: istimewa)

Kukar, Muslim Obsession – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berjanji akan memperjuangkan agar Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal agar bisa masuk dalam kalender resmi Indonesia.

Menurutnya, pelestarian warisan nusantara dan budaya luhur nusantara sangat diperlukan sebagai bagian dari ciri dan karakter bangsa Indonesia. Sekaligus sebagai filter bagi masuknya pengaruh negatif dari konsekuensi globalisasi tanpa batas yang terjadi saat dan di masa mendatang.

Untuk mendukung upaya itu, imbuh senator asal Jawa Timur tersebut, DPD RI telah bersurat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo. Tidak itu saja, DPD RI dengan stakeholder terkait berencana menggelar Kongres Budaya Nasional, dengan menghadirkan seluruh Raja-Raja dan Sultan se-Nusantara.

BACA JUGA: Berkaca pada Kasus ZA, LaNyalla Ingatkan Milenial Rentan Terpapar Aksi Terorisme

“Hal ini kita lakukan agar eksistensi dan keberadaan kerajaan dan kesultanan di Indonesia semakin mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat dan Daerah,” ujar LaNyalla saat melakukan kunjungan kerja ke Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kalimantan Timur, Senin (5/4/2021).

Dari kegiatan ini, LaNyalla berharap muncul beberapa rekomendasi demi penguatan Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah percaturan global dan era dunia tanpa batas.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini juga memuji eksistensi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Karena menurutnya, hal ini adalah salah satu wujud nyata bahwa bangsa ini adalah bangsa pelestari budaya.

BACA JUGA: Ketua DPD RI Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis

Kerajaan Kutai Kartanegara adalah salah satu kerajaan tertua di Indonesia, selain Kerajaan Kandis dan Kerajaan Salakanagara.

“Eksistensi tradisi Kesultanan Kutai Kertanegara tentu menambah daya dukung sektor pariwisata Kalimantan Timur, utamanya dalam upaya menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadinata ke-XXI Aji Muhammad Arifin menyampaikan bahwa sejak 23 Januari 1950, Kesultanan Kutai Kertanegara telah menyampaikan legacy untuk bangsa Indonesia dengan mendukung NKRI dan Pancasila sebagai dasar negara, serta meminta pemerintahan yang demokratis dapat dijalankan di Indonesia.

BACA JUGA: Soroti Medsos, Ketua DPD RI Miris Ada Banyak Konten yang Tidak Mendidik

“Namun dalam hal pemajuan kebudayaan, kami masih terus harus berjuang, karena Kementerian Dalam Negeri belum memberi payung yang cukup bagi kami agar mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui bantuan anggaran yang cukup dari APBD maupun APBN, untuk itu kami berharap Ketua DPD RI dapat memperjuangkan agar kesultanan dan kerajaan di Indonesia mendapat payung hukum berupa Peraturan Presiden atau Perpres,” ungkap juru bicara Sultan XXI, Awang Yacoub.

LaNyalla pun berjanji akan menyampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo yang menjadi aspirasi terkait kesultanan di Nusantara.

“Insya Allah kami siap menyampaikan langsung, apalagi di Kaltim ada Senator Ibu Aji Mirni Mawar, yang masih kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara,” tukas LaNyalla yang mendapat Songkok Senur dan Mandau khas Kukar.

Dalam kunjungannya LaNyalla didampingi sejumlah senator, antara lain, Aji Mirni Mawarni, M. Idris, Zainal Arifin, Bustami Zainuddin, Djafar Al Katiri, Habib Abdurrahman Bahasyim, Asyera Wundalero, Wa Ode Rabia, Jiyalika Maharani, Amaliah, Cherish Harriette dan Adilla Aziz, serta mantan Senator Kaltim Awang Ferdian. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here