Kronologi Hilangnya KRI Nanggala 402 di Laut Bali dengan 53 Awak

61

Jakarta, Muslim Obsession – Kapuspen TNI Majyen Achmad Riad menjelaskan kronologi KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu dini hari, 21 April 2021 di utara Laut Bali. Kapal selam itu melakukan komunikasi terakhir pukul 04.25 WITA.

“Peluncur torpedo nomor delapan yang merupakan komunikasi terakhir dari Nanggala pada pukul 04.25 WITA. Saat komandan gugus tugas akan memberikan otorisasi penembakan torpedo,” kata Achmad dalam konferensi pers, Kamis (22/4/2021).

Setelah komunikasi tersebut, kontak dengan KRI Nanggala terputus. Dia menyebut TNI Angkatan Laut (AL) telah mengerahkan sejumlah KRI membantu pencarian kapal selam tersebut.

“Dan memastikan keadaan yang sebenarnya dari KRI Nanggala-402,” ujar Achmad.

Dia mengatakan banyak pemberitaan berseliweran terkait penemuan titik KRI Nanggala-402. Kabar burung itu belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga kini TNI masih mencari lokasi KRI Nanggala.

Namun, dia menyatakan informasi temuan tumpahan minyak kapal di beberapa lokasi berbeda benar. Hanya saja, temuan itu terlihat secara visual oleh beberapa armada.

“Heli Panther AS-4211 (melihat) posisi 07 derajat 49 menit 74 detik lintas selatan,” ujarnya.

Selanjutnya, KRI Martadinata-331 juga melaporkan penemuan tumpahan minyak di posisi 07 derajat 51 menit 92 detik lintas selatan. Area yang sama seluas kurang lebih 150 meter.

Selain temuan tumpahan minyak, KRI Martadinata-331 melaporkan secara lisan telah mendeteksi pergerakan di bawah air dengan kecepatan 2,5 knot. Kontak tersebut kemudian hilang.

“Jadi, saya tegaskan kembali berbagai berita yang disampikan sudah ditemukan itu sebenarnya belum bisa digunakan sebagai dasar. Saya harap rekan media tidak membuat analisis berita yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” ungkap Achmad.

KRI Nanggala-402 hilang kontak saat latihan penembakan senjata strategis pada Rabu dini hari, 21 April 2021. Kapal selam itu membawa 53 awak yang terdiri dari satu komandan kapal, tiga operator arsenal, dan 49 anak buah kapal (ABK).

Beberapa angkatan laut negara sahabat sudah merespons dan menyatakan kesiapan memberikan bantuan, di antaranya Singapura, Australia, dan India. KRI Nanggala-402 sendiri diproduksi pada 1977 di Howaldtswerke Deutsche Werft (HDW) Jerman dan bergabung dengan jajaran TNI AL pada 1981. Pada 2012, teknologi kapal ini dimutakhirkan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here