Kritik Konser dan Hiburan di Saudi, Imam Masjidil Haram Ditahan

1317
Syeikh Saleh Al-Taleb, imam dan penceramah terkemuka di Masjidil Haram, Makkah, ditangkap dan ditahan aparat keamanan Kerajaan Saudi Arabia, Ahad (19/8/2018).

Riyadh, Muslim Obsession – Syeikh Saleh Al-Taleb, imam dan penceramah terkemuka di Masjidil Haram, Makkah, ditangkap dan ditahan aparat keamanan Kerajaan Saudi Arabia, Ahad (19/8/2018). Diduga, penangkapan terjadi setelah ceramahnya mengritik pertemuan publik antara perempuan dan lelaki non-muhrim dalam konser dan acara hiburan lainnya.

Menurut kelompok advokasi Prisoners of Conscie, yang memantau dan mendokumentasikan penangkapan para pengkhotbah dan ulama Arab Saudi, mengatakan bahwa Syeikh Saleh al-Taleb ditangkap setelah dia menyampaikan ceramah tentang kewajiban dalam Islam untuk berbicara menentang kejahatan di depan umum.

“Kami mengonfirmasi penangkapan Imam (Masjidil) Haram Sheikh Dr Saleh al Taleb, dan dikatakan bahwa alasan penangkapan adalah ceramah tentang melakukan kejahatan dan kewajiban dalam Islam untuk menentang hal itu di depan umum!” tulis kelompok Prisoners of Conscie via akun Twitter-nya, @m3takl_en.

Sementara media Timur Tengah, Khaleej, melaporkan bahwa Taleb dalam ceramahnya mencemooh pembauran lelaki dan perempuan yang bukan muhrim dalam konser dan acara hiburan.

Tidak ada kritik langsung terhadap keluarga Kerajaan Arab Saudi dalam ceramahnya. Kerajaan dalam beberapa bulan terakhir telah melonggarkan hukum tentang kehadiran perempuan di acara-acara publik.

Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan Taleb. Beberapa jam setelah penangkapannya, kedua akun Twitter Taleb yang berbahasa Inggris dan Arab dinonaktifkan.

Yahya Assiri, seorang aktivis hak asasi manusia (HAM) Saudi yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada Al-Jazeera, “pihak kerajaan melihat semua orang yang berpengaruh dan hadir di tempat kejadian”. “Bahkan mereka yang tetap diam atau berjanji setia kepada negara, bahkan mereka yang telah menghimpun otoritas dan inisiatif mereka, ini tidak aman,” katanya, yang dilansir Kamis (23/8/2018).

Puluhan imam, aktivis hak-hak perempuan dan anggota keluarga kerajaan yang berkuasa telah ditahan. Di antara mereka yang ditangkap adalah ulama Islam terkemuka Salman al-Awdah, Awad al-Qarni, Farhan al-Malki, Mostafa Hassan dan Safar al-Hawali.

Penahanan terjadi sejak Mohammed bin Salman, juga dikenal sebagai MbS, menjadi Putra Mahkota Saudi pada Juni 2017.

Al-Awdah dan Al-Qarni, yang memiliki jutaan pengikut di media sosial, ditangkap September lalu dan dituduh memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, sebuah kelompok yang dinyatakan Arab Saudi sebagai organisasi teroris.

Adapun Al-Hawali ditahan setelah menerbitkan buku setebal 3.000 halaman yang menyerang bin Salman dan keluarga kerajaan yang berkuasa atas hubungan mereka dengan Israel. Dia menyebutnya sebagai pengkhianatan.

Sebelumnya, di awal tahun ini, Mohammed bin Salman melunakkan sikap kerajaan terhadap Israel. Kepada majalah Atlantic yang berbasis di Amerika Serikat, ia mengatakan bahwa Israel memiliki hak atas tanah mereka sendiri. Ia juga menyebutkan bahwa ada banyak kepentingan antara Arab Saudi dengan Israel.

Kepentingan dimaksud, salah satunya saat Riyadh memberikan izin operator penerbangan nasional India untuk mengoperasikan pesawatnya terbang langsung antara New Delhi dan Tel Aviv dengan melewati wilayah udara Saudi. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here