Kopi sehat UBM: Tirani Konsep

176

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP Parmusi, Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

Coba lihat, tarian lidah kata-kata yang dirangkai oknum pejabat dan birokrat itu, mulutnya banyak mengumbar janji manis, ternyata faktanya, banyak yang hanya melepehkan ludahnya belaka, bahkan mirisnya malah ada yang kembali dijilatinya dan ditelannya sendiri.

Sungguh memalukan…

Coba lihat, panggung politik itu, bagaimana drama dan sandiwara politik, dimainkan dan direkayasa sedemikian rupa oleh para oknum politisi, yang hanya mempertontonkan lawakan dan dagelan yang tak lucu, sangat tak laik jadi tuntunan.

Sungguh menyedihkan…

Coba lihat, tirani hukum semakin menjadi-jadi, dipermainkan oleh oknum pemangku kepentingan demi enaknya perut sendiri, sementara itu rakyat semakin tertindas, layaknya semakin tersayat tajamnya mata pedang, karena para oknum tirani membalikkan hukum jadi tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Sungguh memprihatinkan…

Coba lihat, kita rakyat jelata semakin tercekik, kebutuhan urusan perut semakin sulit terbeli dan terpenuhi, karena kebutuhan sandang pangan dan papan semakin merangkak naik harga.

Sungguh memilukan…

Memalukan, menyedihkan, memprihatinkan, dan memilukan, sungguh saat ini betapa sebuah sandiakala sebuah negeri sedang di depan pelupuk mata.

Maka jangan hanyalah menyepi dan membisu dalam diam saja, bersuaralah, bergeraklah, berjuanglah, selamatkan negeri ini dari sandiakala yang semakin menghitam dan diambang menjemput itu.

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here