Kopi Sehat UBM: Hidup Seperti Permainan Bola

121

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam PP Parmusi, Direktur An-Nahl Institute Jakarta)

Ada pelatih utama, alias guru semacam mursyid, juga pelatih teknis, alias guru skill dan talenta. Ada juga official team yang lain, yang membantu program, ikut urunan, para pembeli kaos juga buku, dan yang membantu pekerjaan rutin sehari-hari. Kadang saya menyebutnya kawan-kawan gerilyawan atau seperjuangan.

Ada pula sponsor alias pendukung finansial di balik layar, para donatur, atau siluman. Sebab tidak mungkin tanpa uang, sebuah tim bisa bermain. Juga tak ketinggalan ada musuh, tim lawan yang saya menyebutnya kawan bertanding atau lawan permainan.

Sisanya yang paling banyak, penonton. Penonton ini juga ada dua tim, satu tim yang mendukung dan satu tim lagi yang memusuhi, mengejek, dan membully. Jadi dua tim penonton itu bisa jadi commentator semua.

Ya…, hidup ini lebih banyak melahirkan para commentator daripada player. Baik buruk permainanmu, tetap akan dikomentari.

Kalau kita takut diejek, jangan pernah jadi pemain. Karena itu resiko menjadi player, kita akan lebih kenyang suara-suara sumbang, penuh ejekan, cacian, makian, dan hinaan. Itu sudah resiko standar dan bisa jadi standardisasi untuk sebuah keberhasilan.

Para pemain sejati, tidak akan mendengar suara-suara sampah itu saat bertanding. Mereka fokus bermain, menciptakan gol demi gol, prestasi yang satu ke prestasi yang lain.

Dan untuk para pemain yang tangguh, dia tak akan pusing kehilangan tim, sponsor, bahkan suporter. Sebab dia akan dicari, di manapun dia bermain.

Tim, sponsor, dan suporter yang membutuhkannya, bukan sebaliknya. Dia hanya fokus bermain dan bermain. Tak peduli ejekan, cacian, bahkan sanjungan dan pujian. Tugas utamanya cuma bermain.

Seperti dalam Al-Quran, Alláh تعالى menegaskan bahwa, “Dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau belaka…” (QS. Al-Hadid: 20).

والله أعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here