Kopi Sehat UBM: Filosofi Kopi tentang Kehidupan

54

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam (LKPI))

Segelas kopi sering bercerita kepada penikmatnya, bahwa yang hitam tak selalu kotor dan yang pahit tak selalu menyedihkan.

Kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena di hadapan kopi, kita semua sama.

Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Nasib Negeri Bertauhid

Satu langkah kecil dari sebuah niat baik mampu membawa kita menuju sesuatu yang di luar imajinasi.

Bila engkau ingin satu, maka jangan ambil dua. Karena satu menggenapkan, tapi dua itu dapat melenyapkan.

Persahabatan kita itu kadang seperti kopi tubruk, permukaannya kasar. Tapi ketika dicium, terus kenal lebih dalam, kita pasti tak kan bisa melupakan itu.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Tirani Konsep

Dalam diammu, aku mendengar banyak suara. Karena diammu itu berkata-kata.

Begitu sederhana ritme sketsa hidup ini. diterbangkan harum kopi, melekat indah di lembut pipi, lalu mewarnai detik waktu.

Ketika kopi menjadi sahabat sejati, pagi bukan lagi sebuah misteri.  Seperti siapapun yang selalu ada di hati, apalagi yang selalu mengisi hari-hari.

BACA JUGA: Kopi Sehat UBM: Optimisme

Kopi pertama hari ini, hitam-pahit, bahkan sangat pahit. Ketika semakin nyata menyaksikan para pelayan rakyat sudah berubah menjadi perampok. Para menteri yang seharusnya berlomba membuat prestasi, ini malah membuat banyak sensasi bahkan berujung kepada keonaran dan kehancuran, wal ‘iyâdzu billâh.

والله اعلم وبارك الله فيكم

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here