Kominfo: Driver Ojol Pelaku Bom Bunuh Diri Bukan Korban yang Dijebak

232
Hati-hati dengan hoax (Foto: Ilustrasi)

Jakarta, Muslim Obsession – Beredar pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp, yang kemudian beredar pula di Facebook terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) lalu.

Pada pesan tersebut menyebutkan bahwa pengemudi ojek online (ojol) yang meledak bukan pelaku bom bunuh diri, melainkan korban. Pengemudi ojol disebut-sebut mendapat orderan untuk mengantar barang ke Mapolrestabes Medan dan kemudian barang yang dibawa meledak.

“Ternyata memang benar tuduhan saya, pasti ada yg naruh bom sama tukang gojek agar islam pun disudutkan dituduh teroris, smoga husnul khatimah…”

Salah satu gambar adalah tangkapan layar sebuah pesan WhatsApp yang berisi bahwa bom yang meledak tersebut adalah pesanan pengantaran paket ke Polrestabes Medan yang diterima oleh pengemudi ojol.

Narasinya: “Afwan, info bukan bom bunuh diri akh, tapi driver gojek dapat orderan barang ke Poltabes. Qadarullah sampe sana barang yang dibawa meledak, jadi bukan driver gojek yang bunuh diri, tapi driver gojek yang jadi korban. Afwan, ana hanya meluruskan, agar tidak terjadi fitnah karena menyangkut pribadi seseorang.”

Hoaks

Selain gambar tangkapan layar itu, akun Helmi juga mengunggah dua foto yang diklaimnya sebagai pengemudi ojol yang menjadi korban.

Namun, Polri telah memastikan bahwa ledakan di Polrestabes Medan merupakan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria yang bernama Rabbial Muslim Nasution. Saat itu, Rabbial mengenakan jaket pengemudi ojol Grab. Namun, ia sudah tidak menjadi mitra Grab sejak 2018.

Setelah ditelusuri lebih mendalam, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto pun mengatakan untuk tidak perlu mempercayai pesan yang tidak jelas sumbernya.

Dikutip dari situs resmi Kominfo, Jumat (15/11/2019) Agus menyebutkan dari rekaman CCTV terlihat pelaku yang berinisial nama RMN mengurus SKCK dan bom meledak saat pelaku keluar dari ruangan pelayanan SKCK.

Agus juga mengatakan bahwa itu merupakan modus agar tidak ada yang percaya pada siapa pun. Hingga saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya. (Vin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here